Mantan Pangeran Andrew Tinggalkan Royal Lodge Windsor, Pindah ke Sandringham Usai Skandal Epstein

Author: Qoo Media

Andrew Mountbatten-Windsor, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew dari Inggris, telah pindah dari kediamannya di Royal Lodge, Windsor. CNN mengonfirmasi bahwa ia kini menetap di Norfolk, Inggris, setelah diperintahkan meninggalkan Royal Lodge oleh Raja Charles III.

Keputusan Raja Charles III untuk mengusir Andrew dari kediaman kerajaan ini terkait dengan skandal besar yang melibatkan Jeffrey Epstein. Andrew sebelumnya tinggal di Royal Lodge, sebuah properti mewah dengan 30 kamar di wilayah Windsor Estate, dengan biaya sewa sangat nominal sebesar 1 juta dollar untuk perjanjian sewa selama 75 tahun. Namun, tekanan publik meningkat setelah pelepasan memoar pasca kematian Virginia Giuffre yang menuduh Andrew melakukan pelecehan seksual padanya saat remaja.

Setelah menghadapi kritik keras dan tuduhan baru yang diungkap dalam dokumen Departemen Kehakiman AS, Andrew kehilangan gelar kerajaan dan hak tinggal di Royal Lodge. Sebagai pengganti, Raja Charles III menyediakan rumah sementara di properti pribadi kerajaan di Sandringham, Norfolk, yang sedang direnovasi agar siap sebagai tempat tinggal permanennya.

Andrew masih diharapkan melakukan kunjungan sesekali ke Windsor selama masa transisi pindah rumah. Pada hari terakhir tinggalnya di Windsor, ia terlihat menunggang kuda di Windsor Great Park, tidak jauh dari Royal Lodge. Informasi dari media lokal, The Sun, menyebutkan bahwa kepindahannya ke Sandringham dilakukan dengan cara tertutup untuk menghindari perhatian publik.

Tuduhan dan Dampaknya

Tuduhan terhadap Andrew muncul kembali ketika Virginia Giuffre dalam memoarnya menyatakan bahwa Andrew menganggap berhubungan seksual dengan dirinya sebagai "hak kelahiran". Giuffre, yang mengklaim dilecehkan oleh Andrew, meninggal dunia secara tragis pada usia 41 tahun. Andrew sendiri membantah pernah bertemu atau berbuat salah kepada Giuffre.

Munculnya bukti baru berupa foto dan email yang dirilis dalam berkas terbaru Departemen Kehakiman AS semakin menambah tekanan. Foto-foto tersebut menampilkan Andrew dalam posisi yang tidak wajar dengan seorang perempuan yang tidak diidentifikasi, sementara sebuah email mengungkap undangan makan malam bersama seorang wanita berusia 26 tahun yang diperkenalkan oleh Epstein.

Meski demikian, keluarga kerajaan Inggris belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dokumen terbaru ini. Polisi Thames Valley sedang melakukan penilaian atas tuduhan baru yang menyatakan bahwa seorang wanita diduga diperdagangkan oleh Epstein ke Inggris untuk bertemu Andrew pada 2010.

Respon Hukum dan Politik

Polisi Thames Valley menyatakan serius menanggapi laporan kasus ini dan mendorong siapa saja yang memiliki informasi untuk segera melapor. Namun hingga saat ini, tuduhan tersebut belum secara resmi dilaporkan ke kepolisian oleh pihak yang bersangkutan atau pengacaranya.

Situasi ini juga menarik perhatian politisi internasional. Dewan Pengawasan DPR AS pada November lalu meminta Andrew memberikan kesaksian terkait hubungan dengan Epstein. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyerukan Andrew untuk bersedia dimintai keterangan. Bahkan, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan terbuka terhadap kemungkinan Andrew memberikan kesaksian di Kongres AS.

Dalam sebuah pernyataan singkat, Pangeran Edward, adik Raja Charles dan Andrew, menyoroti pentingnya mengutamakan korban dalam kasus ini tanpa memberikan komentar lebih lanjut.

Dengan perpindahan Andrew ke Sandringham dan masih berlanjutnya penyelidikan serta sorotan media, masa depan mantan pangeran ini tetap menjadi perhatian besar publik dan hukum di Inggris maupun internasional.

Terbaru