Norwegia menghadapi peningkatan kegiatan spionase dari Rusia yang semakin fokus pada wilayah Arktik, termasuk daratan utama Norwegia dan kepulauan Svalbard. Layanan keamanan domestik Norwegia, PST, memperingatkan adanya risiko sabotase yang semakin nyata pada tahun ini.
Rusia diduga meningkatkan upayanya untuk memata-matai target-target militer dan infrastruktur kritis di Norwegia. Menurut laporan ancaman tahunan PST, perhatian utama Rusia tertuju pada wilayah utara serta dukungan Norwegia terhadap Ukraina.
Wilayah Arktik menjadi sorotan khusus karena letaknya strategis dan berkaitan dengan aktivitas militer aliansi NATO. Norwegia yang berbatasan langsung dengan Rusia di wilayah ini memantau ketat setiap gerak-gerik militer Rusia, terutama di Semenanjung Kola yang menjadi basis armada utara Rusia.
PST mencatat adanya pengawasan yang dilakukan Rusia menggunakan kapal sipil di sepanjang garis pantai Norwegia. Aktivitas ini dikaitkan dengan usaha pemetaan infrastruktur penting, yang menjadi titik rawan terhadap serangan fisik maupun siber.
Pada Agustus lalu, Norwegia mengalami serangan siber pada sebuah bendungan pembangkit listrik tenaga air. Serangan tersebut sempat mengendalikan operasi bendungan secara singkat dan dituding berasal dari peretas yang terkait dengan Rusia. Namun, Kedutaan Besar Rusia di Oslo membantah tuduhan tersebut sebagai tidak berdasar dan bermotif politik.
Ancaman sabotase oleh layanan intelijen Rusia diperkirakan akan meningkat, terutama pada properti dan infrastruktur logistik yang berhubungan dengan dukungan Norwegia kepada Ukraina. Infrastruktur sipil lain juga berpotensi menjadi sasaran, menimbulkan kekhawatiran signifikan bagi keamanan nasional.
Selain itu, PST memperingatkan upaya Rusia untuk merekrut pengungsi Ukraina yang tinggal di Norwegia sebagai agen intelijen atau pelaku sabotase. Pengungsi dengan keluarga atau harta di wilayah yang dikuasai Rusia sangat rentan terhadap tekanan dan pemaksaan.
Dengan sekitar 100.000 pengungsi Ukraina di Norwegia, upaya rekrutmen ini menjadi tantangan besar bagi keamanan negara. Fenomena serangan siber, pembakaran, dan sabotase yang terjadi di Polandia serta beberapa negara Eropa lainnya sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 menjadi latar belakang peningkatan waspada ini.
Pencegahan dan pengawasan ketat menjadi kunci strategi Norwegia untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut. Bahkan, kerja sama dengan sekutu NATO di kawasan Arktik terus diperkuat guna mengantisipasi kemungkinan operasi intelijen dan tentara Rusia yang semakin agresif di wilayah ini.
