Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Islamabad Klaim IS Tewaskan 31 Orang, 169 Luka Parah

Author: Qoo Media

Kelompok Negara Islam (IS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya. Ledakan terjadi di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra pada saat salat Jumat, saat tempat ibadah biasanya penuh dengan jemaah.

Pejabat kota menyatakan bahwa korban tewas kemungkinan akan bertambah karena banyak yang masih menjalani perawatan intensif. Serangan ini menjadi yang paling mematikan di ibukota Pakistan sejak bom hotel Marriott tahun 2008 yang menewaskan 60 orang.

Kronologi Serangan

Bom meledak saat salat Jumat dimulai, dengan penyerang yang mencoba masuk ke dalam masjid dihentikan di gerbang. Menurut sumber keamanan, pelaku meledakkan diri di tempat setelah terhenti oleh petugas keamanan sukarela.

Saksi mata, Muhammad Kazim, menggambarkan ledakan yang sangat kuat yang terjadi saat jemaah masih melakukan rukuk. Imran Mahmood, seorang jemaah lainnya, melaporkan adanya baku tembak antara pelaku, kemungkinan kaki tangan, dan petugas keamanan sukarela.

Walau pelaku sempat tertembak di paha oleh salah satu sukarelawan yang terluka, pelaku tetap memicu bom yang dikenakannya. Kondisi ini menunjukkan koordinasi dan keberanian petugas keamanan meski menghadapi risiko besar.

Reaksi dan Dukungan Pemerintah

Perdana Menteri Shehbaz Sharif berjanji akan mengusut tuntas pelaku dan membawa mereka ke pengadilan. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menyatakan serangan tersebut sebagai kejahatan keji dan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Islam.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut mengutuk serangan ini dan menegaskan bahwa serangan terhadap tempat ibadah dan warga sipil tidak dapat diterima. Pernyataan ini menegaskan pentingnya perdamaian dan keamanan di kawasan yang rentan konflik.

Kondisi di Lokasi dan Upaya Penanganan

Di rumah sakit Pakistan Institute of Medical Sciences, korban dengan luka parah, termasuk anak-anak, dibawa menggunakan tandu dan kendaraan pribadi. Para staf medis dan masyarakat sekitar bekerja bersama mengevakuasi korban dari ambulans dan kendaraan lainnya.

Lokasi ledakan kini menjadi area penyelidikan dengan pengamanan ketat. Tanda-tanda drama tragis terlihat dari benda-benda berserakan seperti sepatu, pakaian robek, dan pecahan kaca, serta bercak darah di sekeliling masjid.

Situasi Keamanan di Pakistan

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di wilayah selatan dan utara Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan. Pakistan yang mayoritas penduduknya Sunni, sering menyaksikan serangan terhadap komunitas Syiah yang berjumlah 10-15 persen dari total populasi.

Keamanan di wilayah perbatasan menjadi sorotan karena kelompok separatis di Balochistan dan Taliban Pakistan sering menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat berlindung untuk melancarkan serangan. Taliban Afghanistan secara berulang membantah tuduhan ini.

Hubungan kedua negara sempat memburuk dengan terjadinya bentrokan berkala di sepanjang perbatasan. Serangan besar terakhir di Islamabad terjadi beberapa bulan lalu ketika bom bunuh diri meledak di luar pengadilan, menewaskan 12 orang.

Operasi Keamanan Terbaru

Dalam beberapa minggu terakhir, serangan separatis di Balochistan menyebabkan kematian 36 warga sipil dan 22 personel keamanan. Pemerintah merespons dengan operasi besar-besaran yang menewaskan hampir 200 militan.

Situasi di Islamabad dan wilayah sekitar terus menjadi fokus pemerintah untuk mencegah meluasnya kekerasan dan meningkatkan perlindungan bagi warga sipil, apalagi menjelang hari-hari besar keagamaan dan sosial.

Dengan kompleksitas konflik yang melibatkan kelompok militan serta ketegangan etnis dan agama, serangan bom ini menegaskan perlunya upaya berkelanjutan dari pemerintah dan komunitas internasional untuk stabilitas dan keamanan di Pakistan.

Terbaru