India dan Malaysia Perkuat Kerjasama Perdagangan dan Pertahanan, Fokus pada Semikonduktor & Investasi

India dan Malaysia telah menyatakan komitmen kuat untuk mempererat hubungan perdagangan dan memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Pertemuan puncak antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berlangsung di Putrajaya, ibu kota administrasi Malaysia.

Kedua pemimpin sepakat untuk memperdalam kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, keamanan pangan, pertahanan, kesehatan, dan pariwisata. Anwar menegaskan, kedua negara berencana melakukan percepatan eksekusi kerja sama dengan dukungan penuh pemerintah masing-masing.

Dalam kunjungan selama dua hari di Malaysia, Modi menandai perjalanan pertamanya setelah kedua negara meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif. Modi menyebut India dan Malaysia sebagai "tetangga maritim" yang senantiasa menjaga persahabatan erat.

Setelah pertemuan, mereka menyaksikan penandatanganan 11 perjanjian kerja sama yang mencakup penanggulangan bencana dan operasi penjaga perdamaian. Anwar mengungkapkan dorongan penggunaan penyelesaian transaksi lintas batas dalam mata uang lokal untuk memperkuat perdagangan bilateral yang mencapai nilai 18,6 miliar dolar tahun lalu.

Malaysia juga mendukung upaya India membuka konsulat di Sabah, Kalimantan, Malaysia. Dalam lima tahun terakhir, kedua negara telah mengadakan lima latihan militer bersama dan berkomitmen memperluas kerja sama di sektor pertahanan sesuai kemitraan strategis komprehensif.

Peluang Kerja Sama di Industri Semikonduktor

India dan Malaysia berkomitmen memperkuat kemitraan di industri semikonduktor yang sangat strategis. Perdana Menteri Modi menyatakan, sektor ini akan dikembangkan seiring dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan dan digital.

Malaysia menempati peringkat keenam sebagai eksportir semikonduktor dunia dan sektor ini menyumbang sekitar 25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Kementerian Luar Negeri India menyatakan, Malaysia memiliki ekosistem semikonduktor yang kuat dengan pengalaman 30 hingga 40 tahun.

Perusahaan-perusahaan India menunjukkan minat untuk berkolaborasi dalam penelitian, pengembangan, serta pembangunan pabrik manufaktur dan pengujian semikonduktor di Malaysia. Contohnya, Tata Electronics sedang berunding untuk membeli fasilitas fabrikasi atau pabrik perakitan semikonduktor di Malaysia.

Perdagangan dan Investasi Bilateral

Tahun lalu, India mengekspor barang senilai 7,32 miliar dolar ke Nepal, termasuk produk teknik dan minyak bumi sebagai produk utama. Di sisi lain, impor dari Malaysia mencapai 12,54 miliar dolar yang didominasi oleh mineral, minyak nabati, serta mesin dan peralatan listrik.

Kedua negara memiliki potensi untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral melalui pemanfaatan teknologi dan diversifikasi investasi, khususnya pada industri-industri strategis seperti semikonduktor dan pertahanan.

Seiring perkembangan kemitraan strategis komprehensif, India dan Malaysia diperkirakan akan terus memperkuat hubungan bilateral melalui langkah-langkah konkret di berbagai bidang. Dukungan kedua pemerintah menjadi kunci untuk keberhasilan agenda kerja sama yang ambisius ini.

Terkait