Pemerintah Venezuela berencana memindahkan politikus oposisi Juan Pablo Guanipa ke tahanan rumah setelah dia baru saja dibebaskan dari penjara. Guanipa ditangkap oleh sejumlah pria bersenjata di Caracas, yang oleh keluarganya disebut sebagai penculikan, hanya beberapa jam setelah pembebasan setelah hampir sembilan bulan ditahan atas tuduhan memimpin aksi terorisme.
Kementerian Publik Venezuela menyatakan Guanipa melanggar syarat pembebasannya, meski tidak mengungkapkan detail pelanggaran atau status penangkapannya. Insiden ini menimbulkan ketidakpastian terkait janji pemerintah untuk mengesahkan undang-undang amnesti dan membebaskan tahanan politik, sementara tekanan Amerika Serikat terus meningkat terutama setelah pergantian kekuasaan yang kontroversial pada pucuk pimpinan negara.
Putra Guanipa, Ramon, dan kubu Nobel Perdamaian Maria Corina Machado, yang juga seorang aktivis oposisi, mengonfirmasi penangkapan paksa tersebut. Machado menjelaskan bahwa pria bersenjata berseragam sipil menggunakan empat kendaraan untuk menjemput Guanipa secara paksa. Ramon turut membenarkan peristiwa itu melalui video singkat di media sosial, menyebut ayahnya kembali menjadi korban penculikan.
Sebelum kejadian penangkapan paksa, Juan Pablo Guanipa sempat tampil di media sosial dan di hadapan pendukungnya, mengadvokasi pembebasan tahanan politik lainnya dan menentang legitimasi pemerintahan saat ini. Sekutu oposisi menilai hasil pemilu ulang kepemimpinan Nicolas Maduro, yang dinilai banyak pihak sebagai pemilihan yang curang, tidak sah dan banyak negara termasuk Amerika Serikat tidak mengakuinya.
Sejak awal tahun, pemerintah Venezuela mengklaim telah membebaskan hampir 900 tahanan yang diduga terkait dengan aktivitas politik oposisi. Namun, kelompok hak asasi manusia seperti Foro Penal mencatat angka pasti pembebasan jauh lebih kecil dan menyoroti kurangnya transparansi pemerintah. Sampai saat ini, tidak ada daftar resmi yang merinci identitas tahanan yang dibebaskan maupun jadwal pembebasan lebih lanjut.
Foro Penal melaporkan bahwa sejak pengumuman pembebasan baru oleh pemerintah, sebanyak 383 tahanan politik telah dibebaskan, termasuk nama-nama penting oposisi seperti Freddy Superlano dan pengacara Perkins Rocha, yang juga merupakan rekan dekat Maria Corina Machado. Direktur Foro Penal, Alfredo Romero, mengatakan hingga kini belum ada informasi jelas mengenai identitas orang yang menculik Guanipa.
Ketegangan politik di Venezuela masih tetap tinggi dengan kondisi tahanan politik menjadi salah satu isu utama. Pemerintah terus menghadapi kritik internasional terkait perlakuan terhadap para aktivis oposisi. Sementara itu, langkah memindahkan Juan Pablo Guanipa ke tahanan rumah dianggap sebagai upaya kontrol yang lebih ketat oleh otoritas kepada tokoh oposisi terkemuka di tengah dinamika politik nasional.
