Penjualan Mobil Baru Masih Tertekan, Kenaikan BBM Bikin Pembeli Semakin Menunda

Author: Qoo Media

Penjualan mobil baru di Indonesia tampaknya belum akan segera keluar dari tekanan. Data retail pada Mei 2026 menunjukkan penyaluran dari diler ke konsumen berada di 71.890 unit, turun dari 75.736 unit pada April 2026 meski masih lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2025.

Arah pasar ini dinilai masih rawan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan kenaikan harga bahan bakar minyak membuat sebagian konsumen cenderung menunda pembelian mobil baru.

Tekanan datang dari biaya operasional

Akademisi dan Pengamat Otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu menilai segmen premium dan Sport Utility Vehicle paling terdampak. Kendaraan di kelas itu banyak memakai Pertamax sehingga biaya operasionalnya ikut naik tajam.

Kondisi berbeda terlihat pada Low Cost Green Car yang dinilai masih punya ruang bertahan. LCGC masih bisa menggunakan bahan bakar dengan RON lebih rendah seperti Pertalite, sementara harga Pertalite belum mengalami penyesuaian saat banderol Pertamax hingga Pertamax Green naik.

Yannes menyebut kombinasi inflasi Mei yang naik ke 3,08 persen, BI Rate 5,5 persen, dan rupiah yang melemah akan menekan pasar lebih lama. Ia memproyeksikan penurunan penjualan berlanjut setidaknya hingga Agustus 2026.

Konsumen makin selektif

Dalam kondisi seperti ini, pembeli cenderung lebih rasional saat memilih kendaraan. Keputusan membeli mobil baru tidak lagi hanya ditentukan kebutuhan, tetapi juga oleh kemampuan menanggung biaya harian setelah kendaraan digunakan.

Kecenderungan menunda pembelian menjadi salah satu alasan mengapa penjualan total berpeluang stagnan dalam beberapa bulan ke depan. Tren itu membuat pelaku pasar perlu bersiap menghadapi permintaan yang belum pulih sepenuhnya.

Yannes juga mengingatkan bahwa arah pasar tetap bergantung pada harga minyak dunia dan situasi ekonomi makro. Artinya, tekanan saat ini masih bisa berubah bila faktor eksternal bergerak ke arah yang berbeda.

Peluang kendaraan ramah lingkungan

Di tengah tekanan itu, kendaraan ramah lingkungan justru dinilai punya peluang lebih besar. Pergeseran preferensi ke efisiensi energi membuat pangsa pasar segmen ini diproyeksikan terus naik.

Kenaikan harga BBM per 10 Juni 2026 memperkuat minat terhadap kendaraan yang lebih hemat konsumsi. Meski total penjualan mobil kemungkinan masih stagnan atau turun dalam jangka pendek, segmen ramah lingkungan tetap mendapat dorongan dari perubahan perilaku konsumen.

Pergerakan penjualan Januari-Mei 2026

Gambaran pasar sejak awal tahun memperlihatkan fluktuasi yang cukup tajam. Pada Januari 2026, penjualan retail tercatat 67.029 unit, lalu naik ke 78.239 unit pada Februari sebelum turun lagi menjadi 66.596 unit di Maret.

April sempat menjadi titik pemulihan dengan 75.736 unit, tetapi angka itu kembali terkoreksi pada Mei. Pola ini menunjukkan pasar belum menemukan momentum pertumbuhan yang stabil, sementara tekanan biaya dan ketidakpastian ekonomi masih membayangi.

Source: otomotif.katadata.co.id
Terbaru