Presiden Israel Isaac Herzog melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia dengan tujuan utama memberikan dukungan kepada komunitas Yahudi yang berduka akibat serangan antisemit di Sydney. Pada kunjungannya, Herzog meletakkan karangan bunga dan batu yang dibawanya dari Yerusalem di Bondi Pavilion, lokasi tragedi penembakan massal yang menewaskan 15 orang pada acara festival Yahudi di Bondi Beach.
Selain menandai lokasi serangan, Herzog juga bertemu dengan keluarga korban dan para penyintas peristiwa tersebut. Insiden ini menjadi penembakan massal terburuk di Australia dalam 29 tahun, dengan tersangka utama Naveed Akram telah didakwa atas tuduhan melakukan aksi teror, pembunuhan, dan melukai puluhan orang. Herzog menegaskan bahwa batu-batu tersebut akan menjadi simbol kenangan dan peringatan akan kekuatan melawan terorisme dan kebencian bersama.
Herzog menyatakan kedatangannya adalah untuk menunjukkan solidaritas dan kasih sayang kepada masyarakat Yahudi Australia. Ia menyebut serangan di Bondi Beach sebagai peristiwa yang mengguncang, tidak hanya komunitas Yahudi lokal, tetapi juga seluruh bangsa Israel dan komunitas Yahudi di dunia. “Kami ingin menguatkan tekad bahwa masyarakat beriman dari semua latar belakang akan terus teguh menghadapi ancaman teror dan kekerasan,” ujarnya.
Dalam sesi wawancara, Presiden Israel mendorong peningkatan hubungan bilateral antara Australia dan Israel. Keduanya merupakan demokrasi yang memegang nilai-nilai yang sama serta harus bersatu melawan akar kejahatan global. Kunjungan Herzog juga dijaga ketat oleh aparat keamanan, dengan polisi bersenjata lengkap yang berjaga di atap gedung-gedung sekitar Bondi Beach.
Selain Sydney, Herzog akan mengunjungi Melbourne dan Canberra sebagai bagian dari agenda resmi selama kunjungannya di Australia. Dua kota ini merupakan pusat komunitas Yahudi terbesar di negara tersebut dengan hampir 85% populasi Yahudi Australia tinggal di sana. Kunjungan ini memiliki arti penting dalam mempererat hubungan antara Israel dan komunitas Yahudi di Australia.
Meskipun demikian, kunjungan Presiden Herzog tidak luput dari kontroversi. Sebagian kelompok Yahudi di Australia mengekspresikan penolakan terhadap kehadirannya lewat iklan penuh halaman di surat kabar Sydney dan Melbourne. Mereka menilai retorika Herzog turut menyuburkan konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Palestina, serta menentang langkah-langkah Israel terkait wilayah Palestina.
Penolakan tersebut diungkapkan oleh Jewish Council of Australia yang menyatakan bahwa Herzog “tidak mewakili suara kami dan tidak diundang di sini.” Perwakilan kelompok itu, Sarah Schwartz, menyampaikan penolakan mereka atas penggunaan duka nasional sebagai legitimasi bagi pemimpin yang dianggap mempromosikan kebijakan kontroversial terhadap warga Palestina.
Kunjungan resmi ini sekaligus menjadi momen bagi pemerintah Australia untuk menegaskan komitmen menghadapi antisemitisme. Parlemen Australia baru-baru ini mengesahkan undang-undang yang memperketat larangan terhadap ujaran kebencian dan membentuk royal commission untuk menyelidiki antisemitisme serta kondisi yang melatarbelakangi serangan Bondi. Herzog menyambut baik langkah-langkah pemerintah Australia tersebut.
Peningkatan kekuatan polisi juga telah diberlakukan untuk mengendalikan potensi kerusuhan. Lokasi demonstrasi pro-Palestina di Sydney mengalami pembatasan dan pasukan keamanan melakukan tindakan tegas saat terjadi bentrokan. Puluhan demonstran ditangkap dan beberapa di antaranya didakwa karena melakukan tindakan kekerasan terhadap aparat.
Di Melbourne, ribuan demonstran juga melakukan aksi protes dengan memblokir lalu lintas di jalan-jalan utama kota. Seorang wanita berusia 20 tahun ditangkap karena diduga membakar bendera dan merusak fasilitas umum di sekitar lokasi demo. Polisi berjanji akan menindaklanjuti kejadian tersebut secara hukum.
Herzog menilai bahwa protes yang menyertai kunjungannya lebih banyak berupaya untuk mendiskreditkan eksistensi Israel sebagai negara. Ia menegaskan pentingnya pengakuan terhadap hak Israel untuk bertahan dan terus berdiri sebagai negara demokrasi. Kunjungan ini menjadi titik penting untuk mendukung upaya perdamaian serta mempererat relasi antara Australia dan Israel di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
