US lawmakers mulai meninjau berkas lengkap terkait Jeffrey Epstein yang telah dirilis. Mereka mengungkapkan kekhawatiran karena banyak nama yang semestinya ada malah dihilangkan tanpa alasan jelas dalam dokumen tersebut.
Undang-undang Epstein Files Transparency Act (EFTA) yang disahkan oleh Kongres memaksa Departemen Kehakiman untuk membocorkan semua berkas terkait Epstein. Namun, undang-undang itu juga mengharuskan penghilangan nama korban dan informasi pribadi yang berjumlah lebih dari 1.000 orang menurut FBI.
EFTA secara tegas melarang penyembunyian dokumen berdasarkan alasan malu, rusaknya reputasi, atau sensitivitas politik, termasuk untuk pejabat pemerintah, tokoh publik, maupun duta negara asing. Hal ini bertujuan agar tidak ada perlindungan khusus bagi individu tertentu yang terkait skandal ini.
Di tempat terpisah, beberapa anggota Kongres dari partai Demokrat dan Republik bertemu di lokasi aman Departemen Kehakiman untuk memeriksa dokumen tanpa sensor tersebut. Mereka menemukan sejumlah nama yang seharusnya muncul malah dihapus dengan alasan misterius.
Jamie Raskin, anggota DPR dari Maryland, mengatakan bahwa terdapat banyak nama yang dihapus tanpa penjelasan. Raskin juga menegaskan bahwa sejumlah individu yang berperan sebagai pendukung atau kolaborator Epstein tidak tercantum dalam berkas.
Thomas Massie, anggota DPR dari Kentucky, menyatakan telah menemukan enam nama yang disembunyikan dan diduga sangat terkait kasus ini. Massie menyebut salah satu orang tersebut memiliki posisi tinggi di pemerintah asing.
Ro Khanna, anggota DPR dari California, menyuarakan ketidakjelasan mengapa nama-nama itu dihilangkan. Dia mengingatkan bahwa menurut undang-undang, kecuali berkas tersebut bersifat rahasia, semua harusnya sudah terbuka untuk publik.
Massie dan Khanna juga menyinggung bahwa banyak penyensoran dalam berkas ini sudah terjadi sebelum Departemen Kehakiman menerima dokumen. Diduga redaksi awal dilakukan oleh FBI atau pihak jaksa penuntut.
Kasus Epstein sendiri berkaitan dengan jaringan perdagangan seks yang melibatkan sejumlah tokoh bisnis, politik, dan selebritas. Epstein ditemukan meninggal dunia di sel penjara New York saat menunggu persidangan.
Ghislaine Maxwell, mantan pacar Epstein, telah divonis bersalah dan menjalani hukuman penjara selama 20 tahun atas tuduhan memfasilitasi perdagangan seks kepada gadis di bawah umur. Dia baru-baru ini memberikan kesaksian di depan Kongres namun menolak menjawab pertanyaan tanpa adanya grasi dari mantan Presiden Donald Trump.
Departemen Kehakiman menyatakan tidak ada aksi penuntutan baru yang akan dilakukan. Namun, beberapa pemimpin bisnis dan politik sudah tercoreng dan bahkan mengundurkan diri setelah keterkaitan mereka dengan Epstein terungkap melalui dokumen ini.
Donald Trump sempat berusaha menghalangi pelepasan dokumen itu, meski akhirnya mengikuti keinginan Kongres setelah mendapat tekanan keras dari anggota partai Republik sendiri. Ini sebagai tanggapan atas kekhawatiran publik yang menduga adanya upaya perlindungan terhadap tokoh berpengaruh yang terlibat dalam jaringan Epstein.
Langkah pengungkapan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai skandal Epstein tanpa adanya penyelewengan informasi. Namun, perdebatan mengenai redaksi nama dalam berkas yang baru saja dibuka tetap menjadi fokus pengawasan para anggota Dewan Perwakilan dan masyarakat luas.
