Australia Desak Tuntutan Kriminal atas Serangan Udara Israel 2026 yang Tewaskan Relawan Bantuan

Author: Qoo Media

Australia menuntut proses hukum atas serangan udara yang dilakukan militer Israel di Gaza pada tahun ini. Serangan tersebut menewaskan seorang pekerja bantuan asal Australia bersama enam korban lainnya dalam konvoi bantuan kemanusiaan.

Perdana Menteri Anthony Albanese menyampaikan permintaan resmi ini kepada Presiden Israel Isaac Herzog saat kunjungan Herzog ke Canberra. Albanese menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas atas insiden yang terjadi pada 1 April 2024 itu.

Kronologi Serangan Udara dan Korban

Serangan drone Israel menghantam konvoi bantuan dari World Central Kitchen, menewaskan empat pekerja bantuan internasional. Salah satunya adalah Zomi Frankcom, warga negara Australia. Korban lainnya adalah warga Amerika-Kanada, Palestina, dan Polandia. Selain itu, tiga staf keamanan asal Inggris juga tewas dalam serangan tersebut.

Pemerintah Australia telah melakukan penyelidikan independen yang mengungkap kesalahan prosedural militer Israel sebagai penyebab utama jatuhnya korban. Albanese menggambarkan insiden ini sebagai “tragedi dan kemarahan” yang harus mendapat respons serius.

Dukungan Politik dan Kontroversi Kunjungan Presiden Israel

Meskipun sebagian besar partai politik besar di Australia mendukung kunjungan Herzog, ada juga penentangan dari beberapa anggota parlemen. Mereka menuduh Herzog telah memperkeruh ketegangan dan bahkan mendorong tindakan genosida di Gaza.

Namun, Albanese membela kunjungan tersebut sebagai kesempatan penting untuk berdialog secara konstruktif. Ia menyatakan tujuan utama adalah memperjuangkan keadilan bagi keluarga korban dan memperkuat kepentingan nasional Australia.

Reaksi dan Demonstrasi Publik

Kedatangan Herzog memicu demonstrasi besar di Sydney dan Melbourne, dua kota dengan populasi Yahudi terbesar di Australia. Ratusan pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina dan mengekspresikan penolakan mereka terhadap kunjungan tersebut.

Mehreen Faruqi, wakil pemimpin Partai Greens yang berasal dari komunitas Muslim, mengecam perlakuan polisi terhadap demonstran. Ia menuduh pemerintah Australia memberikan perlakuan istimewa kepada “penjahat perang” dan mengabaikan suara rakyat yang menuntut perdamaian.

Demonstrasi juga diikuti oleh senator independen David Pocock yang mengkritik keputusan mengundang Herzog di tengah meningkatnya ketegangan komunitas. Polisi secara ketat mengawasi aksi unjuk rasa dan menangkap 27 orang dengan berbagai tuduhan, termasuk menyerang petugas.

Upaya Memperbaiki Hubungan Bilateral

Herzog menyatakan kunjungannya sangat emosional, terutama terkait dampak serangan antisemitisme di Bondi Beach beberapa waktu lalu. Ia berharap pertemuan dengan pemerintah Australia bisa menjadi titik awal hubungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Selain Canberra dan Sydney, Herzog dijadwalkan mengunjungi Melbourne untuk melihat lokasi sinagoga yang dibakar dan bertemu komunitas Yahudi setempat. Pemerintah Australia sebelumnya menuding Iran sebagai dalang di balik serangan pembakaran tersebut dan telah mengusir Duta Besar Iran sebagai respons.

Tuntutan Australia Menjawab Insiden Kemanusiaan

Permintaan Australia agar Israel mengajukan tuntutan pidana atas serangan udara ini menunjukkan komitmen negara tersebut untuk mengejar keadilan internasional. Tekanan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan perlindungan pekerja bantuan kemanusiaan di wilayah konflik.

Perdana Menteri Albanese menekankan bahwa dialog dan transparansi adalah jalan utama untuk menyelesaikan dampak serangan tersebut. Hal ini penting demi memastikan kejadian serupa tidak terulang dan hak korban selalu diutamakan.

Australia saat ini terus memantau perkembangan proses hukum dari Israel dan berjanji akan mendukung keluarga korban sampai ada hasil yang adil dan jelas. Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas hubungan diplomatik meskipun perbedaan pendapat dalam isu sensitif ini tetap besar.

Terbaru