AS Peringatkan Peru soal Putusan Pengadilan Izinkan China Kelola Pelabuhan Chancay dengan Pengawasan Minim

Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada Peru terkait keputusan pengadilan yang membatasi pengawasan negara tersebut atas megaport Chancay. Pelabuhan ini merupakan salah satu infrastruktur utama yang dioperasikan oleh perusahaan milik negara China, Cosco Shipping.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan kekhawatiran atas kemungkinan Peru kehilangan kendali dalam mengawasi pelabuhan strategis tersebut. Mereka menekankan hak kedaulatan Peru untuk mengawasi infrastruktur penting yang berada di wilayahnya.

Chancay, yang mulai beroperasi pada tahun berjalan, dirancang sebagai pusat logistik utama yang menghubungkan Amerika Selatan dan Asia. Pemerintah AS menyoroti bahwa investasi dari China di megaport ini membawa risiko terhadap kedaulatan dan menimbulkan tantangan regulasi.

Pengadilan Peru mengabulkan permohonan Cosco Shipping untuk membatasi peran Organismo Supervisor de la Inversión en Infraestructura de Transporte de Uso Público (Ositran) dalam mengawasi terminal pelabuhan tersebut. Cosco berargumen bahwa megaport ini sepenuhnya didanai oleh modal swasta dan beroperasi tanpa kontrak konsesi negara.

Putusan tersebut menyatakan bahwa Ositran tidak berhak untuk melakukan pengaturan, pengawasan, audit, ataupun memberikan sanksi terhadap aktivitas di pelabuhan. Menurut pengadilan, menerapkan regulasi yang biasa berlaku terhadap pelabuhan konsesi negara akan melanggar hak konstitusional perusahaan terkait.

Putusan juga menegaskan bahwa meskipun pelabuhan berfungsi untuk penggunaan publik, hal itu tidak otomatis mengharuskan penerapan kerangka hukum yang sama dengan pelabuhan konsesi negara. Akibatnya, pengawasan Ositran menjadi sangat terbatas.

Pengawasan atas megaport Chancay akan dialihkan ke beberapa badan regulasi lain di Peru, sementara Ositran tetap memiliki wewenang terbatas dalam situasi khusus. Presiden Ositran, Verónica Zambrano, menyatakan pihaknya akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Zambrano menegaskan bahwa perusahaan yang menyediakan layanan untuk publik tetap harus diawasi oleh Ositran sesuai dengan definisi dalam Undang-Undang Pelabuhan Nasional. Ia menyatakan Cosco Shipping seharusnya tunduk pada regulasi yang berlaku untuk pelabuhan publik.

Sementara itu, Kabinet Peru menegaskan komitmen untuk melindungi investasi swasta sambil tetap menghormati kerangka peraturan nasional. Pemerintah juga akan menggunakan segala upaya hukum untuk mempertahankan peran pengawasan Ositran jika putusan tersebut mengganggu fungsi regulatori yang ada.

Di tengah fenomena ini, AS makin giat mempererat hubungan dengan negara-negara Amerika Latin. Rencana pertemuan para pemimpin regional di Miami bertujuan membentuk blok kerja sama yang dapat menyeimbangkan pengaruh investasi dan diplomasi China di kawasan.

Pertemuan tersebut mengundang pemimpin dari berbagai negara seperti Argentina, El Salvador, Paraguay, Ekuador, Bolivia, dan Honduras. Agenda utama meliputi isu ekonomi, keamanan, penanggulangan perdagangan narkoba, serta pengelolaan arus migrasi.

Kehadiran investasi China di sektor infrastruktur strategis Latin Amerika terus menjadi perhatian bagi pembuat kebijakan AS. Kasus megaport Chancay menyoroti tantangan pengelolaan investasi asing yang berpotensi mengancam pengawasan nasional dan kedaulatan negara.

Berita Terkait

Back to top button