Pria Irlandia Ditahan ICE Meski Miliki Izin Kerja AS, Takut Nyawa Terancam dalam Penahanan di Texas

Seorang pria asal Irlandia yang telah tinggal hampir dua dekade di Amerika Serikat kini ditahan oleh petugas imigrasi AS selama hampir lima bulan. Ia mengklaim memiliki izin kerja yang sah dan pengajuan kartu hijau sebagai pasangan warga negara AS yang sedang diproses. Seamus Culleton menyatakan kekhawatirannya untuk keselamatannya akibat kondisi buruk di pusat penahanan yang berada di Texas.

Culleton, yang sebelumnya tinggal di Boston, ditahan di fasilitas detensi ICE bernama El Paso Camp East Montana, terletak di dalam pangkalan militer Fort Bliss di Texas. Dalam wawancara telepon dengan penyiar negara Irlandia, RTÉ, Culleton menggambarkan suasana di kamp tersebut seperti sebuah "mimpi buruk" yang penuh ketidakpastian. Ia menyebutnya sebagai camp terbuat dari tenda-tenda sementara yang kondisi sangat tidak nyaman.

Kondisi Detensi yang Memprihatinkan

Selama masa penahanan, Culleton hampir tidak pernah keluar fasilitas untuk mendapatkan udara segar. Ia menyatakan hanya mendapatkan waktu sebentar di luar dengan sedikit sinar matahari, serta hanya tersedia dua televisi untuk 72 tahanan. Ia mengeluhkan porsi makanan yang sangat kecil sehingga semua penghuni selalu merasa lapar. Kamar mandi dan fasilitas mandinya juga digambarkan sangat kotor dan jarang dibersihkan.

Istri Culleton, Tiffany Smith, menyampaikan melalui wawancara dengan CBS News Boston bahwa kondisinya sangat memprihatinkan. Ia mengatakan suaminya tampak kuning dan kehilangan banyak berat badan, sesuatu yang sangat berbeda dari sifat ceria dan jenaka Culleton sebelumnya.

Sikap Resmi ICE dan Latar Belakang Kasus

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, yang menaungi ICE, membantah klaim tentang buruknya kondisi di fasilitas tersebut. Asisten Sekretaris Bidang Hubungan Masyarakat DHS, Tricia McLaughlin, menegaskan standar detensi ICE lebih tinggi ketimbang banyak penjara yang menahan warga negara AS. Selain itu, Culleton ditetapkan sebagai "alien ilegal" karena memasuki AS melalui program bebas visa dan kemudian tinggal lebih dari periode yang diperbolehkan.

Pihak ICE menyatakan Culleton telah diberi proses hukum secara lengkap dan memiliki perintah pengusiran final setelah pengadilan imigrasi. Meski demikian, Culleton menolak deportasi dan memilih tetap dalam tahanan ICE. McLaughlin menekankan bahwa meskipun ada aplikasi kartu hijau dan izin kerja yang sedang diproses, hal tersebut tidak memberikan status legal otomatis untuk tinggal di AS.

Kontroversi dan Penelusuran Hukum

Dokumen pengadilan dari Irlandia menunjukkan bahwa Culleton menghadapi beberapa tuduhan kriminal sejak tahun 2008, termasuk kepemilikan dan niat menjual obat terlarang serta tuduhan menghalangi proses hukum. Namun, pengacaranya menjelaskan bahwa Culleton tidak pernah dinyatakan bersalah atas kasus-kasus tersebut dan memiliki catatan bersih selama hampir dua puluh tahun di AS di mana ia tidak pernah mendapat pelanggaran apapun.

Dukungan Pemerintah Irlandia dan Tuntutan Hak Asasi

Pemerintah Irlandia telah mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui kasus ini dan memberikan bantuan konsuler kepada Culleton serta keluarganya. Kedutaan besar Irlandia di Washington juga berkomunikasi langsung dengan DHS terkait kasus tersebut.

Selain itu, sejumlah organisasi hak asasi manusia, termasuk American Civil Liberties Union, telah mengirim surat kepada otoritas AS untuk menuntut penutupan El Paso Camp East Montana. Surat itu mengungkap dugaan pelanggaran hak tahanan berupa kekerasan, pelecehan seksual, ancaman paksa deportasi, kelalaian medis, dan kelaparan serius.

Data dan Fakta Penting

  1. Seamus Culleton telah tinggal di AS sejak 2009 dengan status imigrasi awal yang tidak permanen.
  2. Ia ditangkap setelah pemeriksaan plat kendaraan yang dilakukan polisi lokal di Massachusetts.
  3. Memiliki aplikasi kartu hijau berbasis pernikahan yang masih dalam proses dan izin kerja resmi ketika ditahan.
  4. DFT (Departemen Luar Negeri Irlandia) aktif mendukung kasus dan berkoordinasi dengan pejabat AS.
  5. Keluhan kondisi penahanan termasuk makanan minim, kebersihan buruk, dan terbatasnya akses udara segar dan sinar matahari.
  6. ICE menegaskan bahwa Culleton diproses sesuai hukum dan menerima tawaran pengusiran cepat ke Irlandia.

Kasus Seamus Culleton menjadi sorotan publik dan memicu diskusi lebih luas tentang prosedur penahanan imigrasi di AS, khususnya bagi mereka yang tengah mengurus legalisasi status mereka. Pendukung hak imigran meminta perlakuan yang lebih manusiawi dan keamanan bagi tahanan yang sedang menjalani proses hukum. Sementara itu, pemerintah AS tetap konsisten menegakkan peraturan imigrasi sekaligus menolak klaim adanya pelanggaran standar penahanan.

Exit mobile version