Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan dirinya sebagai pemimpin sah negara itu kendati adanya klaim bahwa Amerika Serikat (AS) mengendalikan Caracas. Pernyataan ini disampaikan Rodriguez pada Kamis, 12 Februari 2026, sebagai respons atas tudingan intervensi asing.
Rodriguez menegaskan penguasaannya berdasarkan konstitusi Venezuela dan menjalankan tugas kepresidenan secara penuh setiap hari. Ia mengatakan, “Saya dapat mengatakan bahwa saya memegang kendali kepresidenan Venezuela, sebagaimana secara jelas dinyatakan dalam konstitusi Venezuela.” Ia juga mengungkapkan betapa beratnya pekerjaan yang diembannya.
Situasi politik di Venezuela semakin kompleks setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap pasukan AS awal Januari 2026 dan dibawa ke New York untuk ditahan. Dalam kondisi itu, Rodriguez mengambil peran memimpin pemerintahan sementara dan berupaya menormalisasi hubungan dengan Washington, termasuk di bawah administrasi Presiden Donald Trump.
Dalam langkah awal tersebut, Menteri Energi AS, Chris Wright, datang ke Caracas pada Rabu untuk menilai sektor minyak Venezuela. Pembicaraan dilakukan terkait perombakan besar-besaran industri energi agar bisa menghidupkan ekonomi dan mengintegrasikan kembali cadangan minyak Venezuela ke pasar global.
Meski menjabat sebagai presiden sementara, Rodriguez menegaskan bahwa Maduro tetap presiden yang sah. Sebagai seorang pengacara, Rodriguez menyatakan, “Presiden Nicolas Maduro adalah presiden yang sah. Baik Presiden Maduro maupun Cilia Flores, ibu negara, keduanya tidak bersalah.”
Rodriguez juga membuka kemungkinan kunjungan resmi ke Amerika Serikat demi membangun kerjasama lebih lanjut. Ia mengungkapkan bahwa undangan sudah ada dan tengah dipertimbangkan dengan serius.
Terkait oposisi, Rodriguez menanggapi soal kemungkinan kembalinya Maria Corina Machado ke Venezuela. Ia mempertanyakan alasan keributan atas hal itu dan menegaskan Machado wajib bertanggung jawab kepada negara. Ia menyoroti pernyataan oposisi yang pernah menyerukan intervensi militer dan sanksi terhadap Venezuela serta merayakan peristiwa penahanan Maduro.
Menariknya, meski Machado memberikan medali Nobel Perdamaian kepada mantan Presiden AS Donald Trump, dukungan politik penuh dari Trump belum diraih oleh tokoh oposisi tersebut. Hal ini menunjukkan dinamika politik Venezuela yang tetap sulit dan penuh ketegangan.
Berbagai perkembangan ini menyoroti situasi Venezuela yang berada di persimpangan antara kedaulatan nasional dan pengaruh asing. Sikap teguh Rodriguez mencerminkan usaha menjaga legitimasi pemerintahan sementara di tengah tantangan eksternal dan internal yang kompleks.
Pemantauan terhadap langkah-langkah reformasi sektor energi dan hubungan diplomatik dengan AS akan sangat menentukan masa depan politik dan ekonomi Venezuela. Di sisi lain, respons pemerintah terhadap oposisi dan upaya penyatuan nasional tetap menjadi sorotan publik dan dunia internasional.







