Diplomat Top Iran Terbang ke Jenewa untuk Negosiasi Nuklir “Tidak Langsung” dengan AS, Ketegangan Memuncak di Tengah Ancaman Perang dan Tekanan Diplomatik!

Iran akan menggelar pembicaraan nuklir bersama Amerika Serikat di Jenewa secara tidak langsung. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah berangkat dari Teheran menuju kota Swiss tersebut untuk mengikuti putaran kedua negosiasi yang dimediasi Oman.

Perjumpaan ini mengikuti putaran pertama yang berlangsung di Oman pekan lalu. Media negara Iran, IRNA, menyatakan Oman berperan sebagai mediator dalam perundingan yang berfokus pada program nuklir Iran.

Latar Belakang Negosiasi Nuklir
Negosiasi sebelumnya pada tahun lalu gagal setelah konflik antara Israel dan Iran pecah selama 12 hari, termasuk serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran. Presiden AS saat itu, Donald Trump, pernah mengancam menggunakan kekuatan militer agar Iran membatasi program nuklirnya. Iran sendiri bersikeras program nuklirnya bersifat damai dan siap membalas bila diserang.

Ancaman menggunakan kekuatan oleh AS dan kekhawatiran negara-negara Teluk akan potensi konflik regional semakin memperkeruh situasi. Pemerintahan Trump menegaskan tidak akan menerima kegiatan pengayaan uranium oleh Iran, suatu tuntutan yang ditolak mentah-mentah oleh Tehran.

Kondisi Program Nuklir Iran
Iran terus menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan sipil. Namun, ada peningkatan ancaman dari pejabat Iran mengenai kemungkinan pengembangan senjata nuklir. Sewaktu terjadi perang bulan Juni lalu, Iran dilaporkan berhasil mengolah uranium dengan kemurnian hingga 60%, mendekati kadar untuk senjata nuklir.

Araghchi juga dijadwalkan bertemu dengan perwakilan dari Swiss, Oman, dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk membahas perkembangan program nuklir dan pengawasan internasional.

Sikap Amerika Serikat dan Sekutu
Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, mengatakan Washington masih menginginkan solusi diplomatik untuk mengatasi ketegangan dengan Iran. Utusan Presiden Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, juga sedang menuju Jenewa untuk ikut serta dalam perundingan tersebut.

Trump baru-baru ini memerintahkan pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari konsentrasi kekuatan militer di wilayah tersebut. Ia menyebut bahwa perubahan rezim di Iran adalah hal terbaik yang bisa terjadi.

Rubio menambahkan bahwa penguatan militer AS di Timur Tengah bertujuan melindungi fasilitas dan kepentingan AS dari ancaman serangan Iran. Tehran pernah menyerang pangkalan udara Al Udeid di Qatar pada bulan Juni, meski tidak ada korban dari pihak AS maupun Qatar.

Perspektif Israel dalam Negosiasi
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menekan agar setiap kesepakatan mencakup penghapusan semua bahan nuklir yang sudah diperkaya di Iran. Netanyahu juga meminta solusi yang tidak hanya mengatur nuklir tapi juga program misil balistik Iran serta pendanaan kelompok-kelompok proxy seperti Hamas dan Hezbollah.

Pengaruh Netanyahu terhadap kebijakan Trump mengenai Iran masih belum jelas. Trump sebelumnya mengancam tindakan militer terkait penindasan protes di Iran, tetapi kini lebih mengedepankan kampanye tekanan untuk menghasilkan kesepakatan nuklir.

Putaran perundingan nuklir di Jenewa ini menjadi fokus utama dalam upaya meredakan ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Iran dan Amerika Serikat. Keberhasilan pertemuan ini berpotensi menentukan arah kebijakan regional dan stabilitas kawasan Timur Tengah ke depan.

Terkait