Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan syarat utama bagi setiap kesepakatan potensial antara Amerika Serikat dan Iran, yakni pembongkaran seluruh infrastruktur nuklir di Tehran. Pernyataan ini disampaikan tepat saat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan putaran kedua pembicaraan nuklir di Swiss dengan delegasi AS.
Dalam konferensi tahunan organisasi Yahudi Amerika, Netanyahu menyatakan skeptis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan. Namun, ia telah mengomunikasikan kepada Presiden AS Donald Trump beberapa unsur yang menurutnya harus ada dalam perjanjian tersebut.
Syarat Utama Netanyahu untuk Kesepakatan Nuklir
- Seluruh bahan nuklir yang diperkaya harus dikeluarkan dari Iran.
- Kapabilitas pengayaan nuklir harus dihilangkan dengan cara membongkar peralatan serta infrastruktur pengayaan.
- Masalah program rudal balistik Iran harus diselesaikan secara menyeluruh.
Selain itu, Netanyahu menuntut adanya inspeksi berkelanjutan yang substansial dan efektif terhadap program nuklir Iran. Ia menekankan bahwa inspeksi tidak boleh bersifat simbolis atau berjangka waktu pemberitahuan terlebih dahulu, melainkan harus mampu memberikan pengawasan nyata.
Latar Belakang Negosiasi dan Ketegangan Wilayah
Negosiasi antara Iran dan AS dilanjutkan di Oman setelah sebelumnya pembicaraan terhenti akibat kampanye pengeboman besar-besaran oleh Israel pada bulan Juni tahun lalu. Kampanye tersebut memicu konflik berdurasi dua belas hari yang juga melibatkan serangan udara AS ke tiga lokasi nuklir Iran.
Dalam pertemuan ketujuh dengan Trump di Washington, DC, Netanyahu memberikan pernyataan publik pertamanya terkait diskusi dengan Presiden AS itu. Trump menyebut belum ada kesepakatan definitif, tetapi menegaskan niat untuk terus bernegosiasi demi kemungkinan tercapainya perjanjian.
Perbedaan Pandangan Netanjahu dan Trump
Laporan Axios menyebut bahwa Netanyahu dan Trump sepakat terhadap tujuan akhir, yaitu mencegah Iran memiliki kemampuan senjata nuklir. Namun, mereka berbeda pendapat tentang cara mencapai tujuan tersebut. Netanyahu menganggap sulit mendapatkan kesepakatan yang baik, sedangkan Trump bersikeras untuk mencoba.
Iran sendiri menolak tuduhan ingin membuat senjata nuklir, meskipun bersedia berdiskusi mengenai pembatasan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi. Namun, mereka menolak pembahasan terkait program rudal balistiknya.
Kemungkinan Aksi Militer dan Ketegangan yang Terus Berlanjut
CBS melaporkan bahwa Trump pernah menyatakan dukungannya terhadap serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran jika negosiasi gagal. Pemerintah AS dan Israel belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut.
Situasi di kawasan Timur Tengah tetap tegang setelah Trump mengancam akan melancarkan serangan baru dan mengirim kapal induk kedua ke wilayah tersebut. Ia juga secara terbuka menyatakan keinginannya agar pemerintahan Iran berubah.
Trump menjelaskan bahwa kapal induk kedua dikirim sebagai langkah antisipasi jika negosiasi gagal. Sementara itu, Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan dengan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah. Kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas pun semakin menguat karena ketegangan yang belum mereda.







