Polisi Australia meminta para penculik untuk segera membebaskan seorang kakek berusia 85 tahun yang diculik akibat salah identitas. Korban, Chris Baghsarian, dibawa paksa dari rumahnya di North Ryde, Sydney, oleh tiga orang yang menargetkan individu terkait jaringan kriminal Alameddine dari wilayah barat Sydney.
Komandan Skuad Pencurian dan Kejahatan Serius, Andrew Marks, menegaskan Baghsarian tidak memiliki keterlibatan dengan dunia kriminal. “Saya yakin sekali mereka salah orang,” ujarnya. Para penculik sebenarnya mencari target tertentu, namun tanpa sengaja membawa kakek tersebut.
Pada saat penculikan, Baghsarian mengenakan piyama abu-abu dan kemeja flanel merah-hijau. Korban membutuhkan perawatan medis harian dan keluarganya sangat terguncang oleh kejadian ini. Beberapa rekaman dan foto yang beredar dalam dunia kriminal Sydney menunjukkan kondisi Baghsarian mengalami luka-luka serius.
Andrew Marks menyatakan kekhawatiran atas kesalahan fatal para pelaku dalam memilih korban. Namun, dia meyakinkan masyarakat yang memiliki orang tua atau kakek-nenek lanjut usia agar tidak terlalu takut dengan kasus ini. Polisi menegaskan penculikan ini bukan tindakan acak melainkan kesalahan target.
Kasus ini menarik perhatian luas di Australia, seraya meningkatkan kewaspadaan. Kasus ini juga bertepatan dengan penyelidikan penculikan seorang ibu berusia 84 tahun dari tahan berita NBC Savannah Guthrie di Arizona, AS. Hingga dua minggu pascaperistiwa penculikan, belum ada tersangka yang diidentifikasi secara publik.
Insiden penculikan dan permintaan emosional dari Savannah Guthrie kepada para pelaku telah menjadi sorotan media internasional. Kedua kasus ini menyerukan perlunya peningkatan pengamanan terhadap warga lanjut usia serta penegakan hukum yang cepat dan tepat sasaran. Polisi berharap pembebasan segera terhadap Baghsarian demi memastikan keselamatannya.
