Jesse Jackson meninggal dunia pada usia 84 tahun, meninggalkan jejak panjang sebagai pejuang hak sipil, aktivis politik, dan pembicara oratoris yang berpengaruh di Amerika Serikat. Kariernya yang berlangsung lebih dari enam dekade turut membuka ruang bagi keterlibatan lebih besar warga Afrika-Amerika di panggung nasional. Jackson dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan keadilan dan kesetaraan serta menjadi jembatan antara kelompok-kelompok yang terpinggirkan dengan pusat kekuasaan politik.
Sebagai murid dan rekan dekat Martin Luther King Jr., Jackson hadir dalam banyak momen penting dalam perjalanan hak sipil, termasuk saat King dibunuh di Memphis pada 1968 serta saat Barack Obama meraih kemenangan presiden di 2008. Ia juga berdiri teguh mendampingi keluarga George Floyd ketika kasus pembunuhan oleh mantan polisi itu berkekuatan hukum pada 2021. Sepanjang perjalanan hidupnya, Jackson tidak hanya fokus pada isu domestik, tetapi juga aktif sebagai mediator di kancah internasional.
Perjuangan dan Aktivisme Sosial
Jackson memulai kiprahnya sebagai pemimpin di Southern Christian Leadership Conference yang dipimpin oleh Martin Luther King Jr. Pada 1971, ia mendirikan Operation PUSH, sebuah organisasi yang berfokus pada keadilan sosial. Kemudian, pada 1983, ia meluncurkan National Rainbow Coalition, yang pada akhirnya bergabung kembali dengan Operation PUSH pada 1996. Lewat dua organisasi ini, Jackson memperjuangkan hak-hak kaum termiskin dan paling terpinggirkan di Amerika.
Dalam pernyataannya di Konvensi Nasional Demokrat tahun 1984, Jackson menegaskan, "Konstituen saya adalah yang paling putus asa, terbuang, tidak dihargai, dan dibenci." Ini menegaskan posisi perjuangannya sebagai suara bagi masyarakat yang selama ini tidak didengar dalam sistem politik.
Upaya Politik dan Pencarian "Common Ground"
Jackson sempat mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada tahun 1984 dan 1988. Pada 1984, ia meraih posisi ketiga setelah Walter Mondale dan Gary Hart, menjadikannya kandidat kulit hitam yang paling sukses pada zamannya hingga Barack Obama muncul. Dalam pidatonya di konvensi tahun 1988, ia mengajak rakyat Amerika untuk mencari "common ground" atau titik temu dalam perbedaan, sekaligus mengecam kebijakan presiden Ronald Reagan yang dinilai memperkaya segelintir orang kaya namun menyulitkan rakyat miskin.
Meski pidatonya yang berapi-api meningkatkan profilnya secara nasional, perubahan politik Amerika yang condong ke kanan menghambat pengaruh politik Jackson di tahun-tahun berikutnya.
Kontroversi dan Kehidupan Pribadi
Jackson juga tidak luput dari kontroversi. Pada 1984, ia menuai kecaman setelah menggunakan istilah pejoratif "Hymietown" untuk menggambarkan New York, yang dianggap menyinggung komunitas Yahudi. Selain itu, skandal juga menimpa keluarganya ketika putranya, Jesse Jackson Jr., dipenjara karena penyalahgunaan dana kampanye sebesar lebih dari $750.000.
Lahir dengan nama Jesse Louis Burns di Greenville, South Carolina, Jackson mengatasi hambatan hidup sejak kecil sebagai anak ibu remaja dan ayah yang dulu seorang petinju profesional. Ia bersekolah di sekolah terpisah berdasarkan ras dan kemudian mendapatkan beasiswa sepak bola sebelum akhirnya meraih gelar sosiologi dari Agricultural and Technical College of North Carolina.
Peran Internasional dan Pengaruh Terhadap Afrika
Selain aktif berjuang di dalam negeri, Jackson juga aktif dalam diplomasi dan misi kemanusiaan internasional. Ia menjadi advokat penghapusan apartheid di Afrika Selatan dan ditunjuk sebagai utusan khusus presiden AS untuk Afrika selama era Bill Clinton. Jackson melakukan beberapa misi pembebasan tahanan Amerika di negara-negara seperti Suriah, Irak, dan Serbia. Namun, tindakannya ini juga menimbulkan kritik, terutama saat bertemu dengan Hugo Chavez dan menghadiri pemakaman pemimpin Venezuela tersebut.
Kesehatan dan Aktivitas Terakhir
Pada 2017, Jackson mengumumkan bahwa dirinya menderita Parkinson dan mulai mengurangi keterlibatan publiknya. Meski demikian, ia tetap hadir mendukung keluarga George Floyd saat vonis pelaku pembunuhan diumumkan pada 2021. Jackson menyatakan bahwa vonis tersebut memberikan "kelegaan, tapi bukan waktu untuk merayakan," menunjukkan komitmennya terhadap perubahan sosial yang berkelanjutan dan rasa keadilan yang hakiki.
Jesse Jackson dikenang sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk mengangkat suara kaum terpinggirkan, mencari solusi bersama dalam keragaman, dan berjuang tanpa kompromi demi keadilan dan kesetaraan di Amerika dan dunia internasional.





