Canada Gelontorkan Rp5.200 T untuk Program Pertahanan Mandiri, Putus Ketergantungan Berbahaya dari AS yang Terpecah Nilai Nasionalisme!

Author: Qoo Media

Premier Mark Carney meluncurkan rencana besar untuk memperkuat pertahanan Kanada dan mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat. Rencana ini merupakan langkah strategis pertama Kanada dalam membangun industri pertahanan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.

Carney menegaskan bahwa selama ini Kanada terlalu bergantung pada perlindungan geografis dan aliansi dengan negara lain, khususnya AS. Hal ini dianggap menciptakan kerentanan yang tidak lagi dapat diterima oleh Kanada dalam menghadapi dinamika keamanan global.

Investasi Besar di Sektor Pertahanan

Rencana pertahanan industrial ini mengalokasikan dana lebih dari setengah triliun dolar AS, tepatnya sekitar US$366 miliar, untuk keamanan, kemakmuran ekonomi, serta kedaulatan Kanada. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah Kanada berkomitmen menggelontorkan sekitar CAN$80 miliar untuk pengeluaran langsung pertahanan.

Selain itu, ada rencana pengadaan peralatan pertahanan senilai CAN$180 miliar serta investasi infrastruktur terkait pertahanan dan keamanan mencapai CAN$290 miliar dalam dekade berikutnya. Anggaran tersebut menjadi terbesar dalam sejarah Kanada dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk Kamar Dagang Kanada.

Menegaskan Kedaulatan dan Kemandirian

Carney menyatakan bahwa kekuatan pertahanan domestik penting agar Kanada tidak menjadi “tawanan” keputusan negara lain dalam urusan keamanan. Hal ini mencerminkan keinginan untuk membangun basis industri pertahanan lokal yang kuat dan mandiri.

Salah satu fokus utama adalah penegakan kedaulatan di wilayah Arktik, di mana perubahan iklim membuka peluang sekaligus tantangan baru, terutama dalam perlombaan penguasaan mineral strategis yang semakin penting. Kanada berupaya menjaga wilayah ini agar tetap aman dan terkendali.

Menjalin Kemitraan Strategis Baru

Meski mengurangi ketergantungan pada AS, Kanada tidak bermaksud berjalan sendiri dalam masalah pertahanan. Ottawa aktif mempererat hubungan militer dengan Uni Eropa dan bahkan resmi bergabung dengan program Security Action for Europe (SAFE) di Munich. Kanada menjadi satu-satunya anggota non-Eropa dalam skema pembiayaan pertahanan tersebut.

Selain itu, Carney melihat wilayah Asia, terutama Korea Selatan, sebagai pasar potensial untuk ekspor produk pertahanan Kanada. Tujuannya agar Kanada dapat menjadi “mitra pilihan” dalam kerjasama keamanan di tingkat global.

Perbedaan dalam Nilai dan Nasionalisme

Dalam pidatonya, Carney juga menyinggung perbedaan prinsip antara nasionalisme Kanada dan Amerika Serikat. Dia mengkritik pendekatan diplomasi AS yang menurutnya lebih menekankan pada nasionalisme berbasis agama dan identitas tertentu, sementara Kanada mengusung nasionalisme sipil yang inklusif untuk seluruh warganya.

Carney menyebut adanya persaingan nilai antara kedua negara, sekaligus menunjukkan komitmen Kanada mempertahankan keberagaman dan hak-hak semua kelompok dalam masyarakat yang luas dan beragam.

Rencana ini menggambarkan visi Kanada untuk menjadi negara yang lebih siap secara militer dan mandiri dalam menjaga keamanan nasionalnya. Dengan investasi besar dan kemitraan strategis baru, Kanada menyiapkan diri menghadapi ketidakpastian global tanpa terlalu bergantung pada AS.

Terbaru