Mantan Kepala Militer Ukraina, Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, mengungkapkan rincian baru terkait ketegangan yang terjadi antara dirinya dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy. Pernyataan ini semakin memperlihatkan konflik yang telah lama berkembang di antara dua tokoh utama perang Ukraina tersebut.
Zaluzhnyi yang kini menjabat sebagai duta besar Ukraina untuk London, mengacu pada sebuah insiden pada tahun 2022 di mana kantor kerjanya digeledah oleh puluhan agen dari dinas keamanan SBU. Ia menyatakan bahwa dirinya merasa terancam akibat penggerebekan tersebut dan secara eksplisit menyalahkan Zelenskiy atas kegagalan besar di medan perang yang terjadi pada kampanye kontraofensif tahun 2023.
Ketegangan di Balik Penggerebekan
Zaluzhnyi menceritakan bahwa pada penggerebekan tersebut, ia sempat memberi peringatan kepada kepala staf Zelenskiy bahwa dirinya siap untuk mengerahkan pasukan demi melindungi pusat komandonya. Ia juga telah memanggil bala bantuan ke Kyiv sebagai langkah antisipasi. Dari sisi SBU, mereka membantah telah melakukan penggeledahan dan menyebut alamat yang digunakan Zaluzhnyi sebagai pos rahasia terkait kasus kejahatan terorganisir yang tidak berhubungan.
Sikap terhadap Kegagalan Kontraofensif
Menurut Zaluzhnyi, kegagalan serangan balik yang dijunjung tinggi oleh Kyiv tersebut disebabkan karena Zelenskiy tidak mengalokasikan sumber daya yang cukup. Rencana awal Zaluzhnyi adalah untuk fokus menyerang di satu sumbu front saja, tetapi Zelenskiy kemudian memerintahkan agar operasi dilancarkan di hampir seluruh garis depan, yang berujung pada rentetan kekalahan yang memalukan bagi pasukan Ukraina.
Dampak Politik dan Spekulasi Pemilu
Ketegangan antara Zaluzhnyi dan Zelenskiy ini menimbulkan spekulasi tentang persaingan politik pasca-konflik di Ukraina. Survei opini menunjukkan Zaluzhnyi menjadi pesaing utama Zelenskiy jika pemilihan presiden diadakan, meskipun Zaluzhnyi sendiri belum pernah menyatakan niat untuk mencalonkan diri. Zelenskiy sendiri di bawah tekanan internasional, khususnya dari Amerika Serikat, yang menuntut percepatan proses perdamaian dan kesiapan menggelar pemilu setelah perang berakhir.
Zelenskiy belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan Zaluzhnyi terkait penggerebekan dan kegagalan militer. Namun, dalam sebuah pidato malam harinya, Zelenskiy menegaskan pentingnya persatuan nasional dan kerja sama demi kelangsungan hidup Ukraina. Ia menekankan bahwa urusan politik pribadi seharusnya diabaikan untuk sementara waktu demi fokus pada kepentingan negara.
Fakta Penting Mengenai Ketegangan antara Zaluzhnyi dan Zelenskiy
- Penggerebekan kantor Zaluzhnyi oleh SBU pada September 2022 menimbulkan ketegangan besar.
- Zaluzhnyi menyatakan niat untuk melindungi komandonya dengan cara militer saat penggerebekan.
- SBU membantah melakukan penggeledahan dengan alasan kasus kejahatan terorganisir terkait alamat pos rahasia Zaluzhnyi.
- Kegagalan kontraofensif 2023 dianggap akibat kurangnya dukungan sumber daya dari Zelenskiy.
- Zaluzhnyi mengaku rencana militer patennya diubah secara drastis oleh perintah Zelenskiy.
- Survei menunjukkan rivalitas politik masa depan antara Zaluzhnyi dan Zelenskiy.
- Zelenskiy menolak komentar langsung terkait tuduhan dan mengajak fokus pada persatuan nasional.
Informasi yang diungkap oleh Zaluzhnyi memperlihatkan dinamika kompleks di dalam kepemimpinan Ukraina di tengah masa perang. Ketegangan ini juga memberikan gambaran lebih jelas terkait tantangan politik dan strategi militer yang dihadapi Ukraina dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negaranya.
