Seorang mantan ajudan tokoh paling berpengaruh di Georgia diberikan pembebasan dini dari penjara setelah mengaku bersalah. Giorgi Bachiashvili awalnya dijatuhi hukuman lebih dari 15 tahun atas tuduhan penggelapan cryptocurrency dari mantan atasannya, billionair dan eks-PM Bidzina Ivanishvili.
Bachiashvili sebelumnya membantah semua tuduhan dan menyebutnya bermotif politik. Ia melarikan diri ke luar negeri saat persidangan, namun kemudian ditangkap dan dipenjara setelah dinyatakan bersalah secara in absentia.
Pengakuan Bersalah dan Pengurangan Hukuman
Kantor kejaksaan Georgia menyatakan Bachiashvili telah mengakui kesalahannya sepenuhnya. Dalam perjanjian pengakuan bersalah, vonis hukuman dipangkas menjadi masa percobaan satu tahun dan denda sebesar 50.000 lari, sekitar 18.900 dolar AS. Hukuman ini jauh lebih ringan dibandingkan vonis awal yang melebihi 15 tahun penjara.
Kasus Penggelapan Cryptocurrency
Bachiashvili dituduh menggelapkan bitcoin senilai sekitar 39 juta dolar. Dana tersebut berasal dari pinjaman pada 2015 yang diberikan oleh Cartu Bank milik Ivanishvili. Jaksa menuduh uang tersebut seharusnya digunakan untuk bisnis penambangan cryptocurrency, namun kemudian disalahgunakan.
Aspek Politik dan Pro kontra Kasus
Bidzina Ivanishvili dikenal sebagai pengendali partai berkuasa Georgian Dream dan dianggap mengubah arah kebijakan Georgia yang selama ini pro-Barat menjadi lebih pro-Rusia. Beberapa pihak, termasuk cabang Transparency International di Georgia, menilai bukti terhadap Bachiashvili kurang kuat dan kasus ini lebih terkait dengan kepentingan finansial Ivanishvili.
Pelarian dan Penangkapan Kembali
Pada Maret tahun lalu, Bachiashvili melarikan diri ke Armenia sebelum menuju negara ketiga. Kurang dari tiga bulan, otoritas Georgia menangkapnya di perbatasan selatan dengan Armenia dan Azerbaijan. Ia kemudian dihukum tambahan 4,5 tahun atas pelanggaran penyeberangan batas negara secara ilegal.
Kondisi Proses Hukum Terbaru
Jaksa juga mencabut tuduhan pencucian uang terhadap orang tua Bachiashvili yang berusia lanjut. Pengacara Bachiashvili mengklaim kliennya dipulangkan secara paksa dan berisiko mengalami penyiksaan selama dalam tahanan.
Kasus ini menjadi sorotan karena mengangkat berbagai isu terkait politik, hukum, dan penggunaan cryptocurrency di Georgia. Pembebasan dini Bachiashvili menandai babak baru dalam perseteruan lama yang melibatkan salah satu figur paling berpengaruh dalam politik Georgia.





