Bantuan PBB Tiba di Kordofan Sudan Tengah, 30 Negara Prihatin Serangan Drone Perparah Krisis Pangan

Author: Qoo Media

Bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya berhasil mencapai wilayah Kordofan di Sudan yang selama lebih dari dua tahun terputus dari akses bantuan. Truk-truk bantuan membawa pasokan penting yang ditujukan untuk menyelamatkan nyawa warga terdampak konflik dan kelaparan di daerah tersebut.

Program Pangan Dunia (WFP) mengangkut lebih dari 700 ton bahan pangan untuk membantu hampir 70.000 orang, termasuk 21.000 ibu dan anak-anak yang membutuhkan makanan khusus guna mencegah malnutrisi. Kondisi di Dilling dan Kadugli, dua kota utama di wilayah Kordofan tengah, menghadapi kekurangan bantuan yang parah akibat isolasi berkepanjangan.

Seruan Internasional Menanggapi Serangan Drone

Lebih dari 30 negara, termasuk 28 negara anggota Uni Eropa, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan drone di Sudan. Mereka menyoroti peningkatan serangan sengaja yang tidak hanya melukai warga sipil, tetapi juga menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan.

Sekitar 28 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan rudal drone yang menghantam pasar al-Safiya di kota Sodari, wilayah Kordofan Utara. Kelompok pemantau Emergency Lawyers mengonfirmasi kejadian ini sebagai bagian dari konflik yang lebih luas.

Peringatan dari Pejabat Hak Asasi Manusia PBB

Volker Turk, Kepala Hak Asasi Manusia PBB, mengungkapkan keprihatinan serius atas peningkatan frekuensi serangan drone di tengah konflik yang melanda Sudan. Turk menyebutkan bahwa serangan ini menimbulkan dampak buruk terutama bagi warga sipil, dengan sasaran yang kerap kali termasuk fasilitas umum seperti pasar, sekolah, dan rumah sakit.

Turk mencatat setidaknya 57 warga sipil meninggal dalam serangan drone terpisah selama dua hari di empat wilayah Sudan. Ia menuding pasukan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) sebagai pelaku serangan pasar di Sodari, sementara pasukan Rapid Support Forces (RSF) diduga melakukan serangan terhadap dua sekolah dasar dan sebuah rumah sakit.

Konflik dan Strategi Perebutan Wilayah

Pertempuran sengit di wilayah Kordofan berkaitan dengan perebutan jalur strategis timur-barat yang menghubungkan Darfur di barat, El-Obeid di tengah, serta ibu kota Khartoum dan wilayah lainnya yang dikuasai oleh militer Sudan. Pasukan RSF yang menguasai Darfur sejak tahun lalu terus mendesak ke arah timur melalui wilayah kaya minyak dan emas Kordofan.

Tujuan utama RSF adalah merebut koridor sentral Sudan untuk memperkuat posisi mereka dalam konflik yang masih berlanjut. Kondisi ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang menimpa jutaan warga yang terjebak di zona pertempuran.

Ancaman terhadap Pekerja dan Pengiriman Bantuan

Serangan sengaja dan penghalangan terhadap bantuan kemanusiaan diperingatkan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang oleh negara-negara yang mengeluarkan pernyataan. Para pekerja kemanusiaan menghadapi ancaman besar yang menghambat upaya penyaluran bantuan secara efektif di wilayah yang sangat membutuhkan.

PBB dan berbagai lembaga internasional terus berupaya memperluas jangkauan bantuan meski menghadapi risiko tinggi dari konflik berkepanjangan dan serangan drone yang membahayakan. Bantuan yang sampai ke Kordofan diharapkan mampu meringankan penderitaan warga yang terisolasi.

Dengan situasi yang semakin memburuk di Sudan, komunitas internasional diharapkan dapat meningkatkan tekanan terhadap pihak-pihak yang bertikai agar memperhatikan keselamatan warga sipil dan mengizinkan akses kemanusiaan tanpa hambatan. Bantuan yang datang bukan hanya soal makanan dan obat-obatan, melainkan juga harapan bagi jutaan orang yang hidup dalam ketidakpastian.

Terbaru