Dewan Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan bahwa dukungan FIFA terhadap program investasi di Gaza sesuai dengan peran sebuah federasi internasional. IOC menegaskan bahwa FIFA mengambil langkah melalui sepak bola untuk memulihkan dan mengembangkan fasilitas olahraga di wilayah yang terkena dampak konflik.
Presiden IOC, Kirsty Coventry, mengaku tidak mengetahui kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian bersama Presiden AS Donald Trump di Washington. Pada acara tersebut, Infantino mengumumkan dana sebesar 75 juta dolar AS untuk membangun kembali fasilitas sepak bola yang hancur selama perang antara Israel dan Hamas.
Infantino, yang juga anggota IOC, menggunakan momentum itu untuk menekankan komitmen FIFA dalam mendukung pembangunan infrastruktur olahraga, pendidikan, dan pengembangan atlet berprestasi di Gaza. Menurut juru bicara IOC, langkah ini sejalan dengan peran FIFA sebagai federasi olahraga internasional yang berkontribusi pada pemulihan sosial melalui olahraga.
IOC juga menegaskan bahwa melalui Olympic Solidarity, lembaga pengembangan mereka, organisasi tersebut terus mendukung pengembangan olahraga di wilayah Palestina. Program FIFA ini termasuk dalam upaya yang lebih luas guna menginvestasikan fasilitas dan program olahraga yang komprehensif di Gaza.
Gianni Infantino tercatat beberapa kali tampil bersama Donald Trump, yang tahun ini menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia, bersama dengan Meksiko dan Kanada. FIFA bahkan memberi Trump penghargaan perdamaian pertama kalinya sebagai pengakuan atas peran luar biasanya dalam mempromosikan perdamaian dan persatuan global.
Langkah FIFA ini menunjukkan bagaimana organisasi olahraga internasional dapat berkontribusi lebih dari sekadar perlombaan atau pertandingan. Dengan menggalang dana dan dukungan pembangunan di daerah konflik, FIFA dan IOC menempatkan olahraga sebagai alat penting dalam proses rekonstruksi sosial dan pemulihan masyarakat terdampak.
Penting untuk dicatat bahwa dukungan seperti ini juga memperkuat hubungan antar-organisasi olahraga internasional dan pemerintahan negara, yang dapat mempercepat proses pemulihan. Ke depan, program semacam ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari peran sosial olahraga global dalam menjaga stabilitas dan persatuan masyarakat.





