Israeli Airstrikes Tewaskan 8 Anggota Hezbollah Termasuk Komandan Lokal di Lebanon Timur Selain Korban Sipil

Serangan udara Israel yang terjadi di bagian timur Lebanon menewaskan delapan anggota kelompok militan Hezbollah, menurut keterangan dua pejabat dari kelompok tersebut. Insiden ini terjadi di dekat desa Rayak pada Jumat malam, di wilayah timur laut Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas mencapai 10 orang tanpa membedakan antara militan dan warga sipil. Selain itu, terdapat 24 orang luka-luka, termasuk tiga anak-anak, yang turut dirawat setelah serangan terjadi.

Korban dari Hezbollah dan Identitas Komandan

Para pejabat Hezbollah yang diwawancarai menyatakan bahwa tiga di antara korban tewas adalah komandan lokal, yakni Ali al-Moussawi, Mohammed al-Moussawi, dan Hussein Yaghi. Hussein Yaghi merupakan putra dari pendiri penting Hezbollah, Mohammed Yaghi, yang wafat pada tahun lalu. Mohammed Yaghi juga dikenal sebagai asisten dekat pemimpin Hezbollah terdahulu, Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan udara Israel pada September.

Serangan ini menargetkan unit misil Hezbollah di tiga pusat komando berbeda di wilayah Baalbek, menurut militer Israel. Pihak militer Israel menyatakan bahwa para korban dimaksudkan untuk mempercepat kesiapan dan memperkuat kekuatan militer dalam rencana serangan ke Israel.

Dampak dan Respons Medis di Lapangan

Menurut Ali Abdullah, direktur eksekutif Rumah Sakit Rayak, rumah sakit menerima sepuluh jenazah dan 21 korban luka dalam serangan tersebut. Di antara korban tewas terdapat dua warga asing, yakni seorang pria Suriah dan seorang wanita Ethiopia. Korban luka juga terdiri atas warga Suriah dan Ethiopia, yang diketahui sering bekerja sebagai pekerja domestik migran di Lebanon.

Konflik Berkepanjangan antara Israel dan Hezbollah

Sejak serangan yang dipimpin Hamas pada Oktober tahun lalu, yang memicu perang di Gaza, Hezbollah mulai meluncurkan roket dari Lebanon ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas dan rakyat Palestina. Israel merespons serangan tersebut dengan serangan udara dan penembakan artileri.

Konflik ini meningkat menjadi perang skala penuh pada September tahun ini, kemudian ditekan oleh gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dua bulan kemudian. Meskipun gencatan senjata, Israel melanjutkan hampir setiap hari serangan terhadap fasilitas dan militan Hezbollah yang dianggap sedang membangun kembali kekuatan mereka.

Ketegangan Wilayah di Tengah Ancaman Global

Jumlah korban tewas pada serangan Jumat malam tergolong tinggi dan terjadi pada saat ketegangan di kawasan semakin meningkat. Amerika Serikat telah memberikan peringatan akan kemungkinan melakukan serangan terhadap Iran jika pembicaraan nuklir tidak membuahkan hasil. Iran dikenal sebagai pendukung utama Hezbollah dan Hamas.

Serangan semacam ini mencerminkan kompleksitas konflik yang melibatkan kelompok militan regional, negara-negara tetangga, serta kepentingan geopolitik yang lebih luas. Serangan udara yang menargetkan elemen-elemen militan Hezbollah berpotensi memperpanjang siklus kekerasan di kawasan yang telah lama bergolak.

Berita Terkait

Back to top button