Dua Personel Keamanan Rusia Terungkap Aksi Pengintaian di Kapal Tanker Bayangan yang Disita Prancis

Dua personel keamanan asal Rusia ditemukan berada di atas kapal tanker yang disita oleh pihak Prancis pada bulan September. Informasi ini diperoleh dari sumber Prancis yang mengetahui langsung peristiwa tersebut dan seorang pengacara awak kapal, yang mengungkapkan keberadaan mereka kepada AFP.

Kedua pria tersebut bekerja untuk Moran Security Group, sebuah perusahaan keamanan swasta Rusia yang bertugas mengawasi kru kapal serta mengumpulkan intelijen selama pelayaran. Sumber anonim menyebutkan, Moran Security Group rutin memasok tim pengamanan untuk puluhan kapal yang masuk dalam armada "shadow fleet" Rusia.

Fungsi Tim Keamanan di Kapal

Keberadaan personel keamanan seperti ini terutama untuk mengawal kapal ketika berada di jalur pelayaran strategis seperti Laut Baltik dan Samudra Atlantik. Mereka bertugas mengawasi situasi, termasuk memotret kapal militer dan aset penting yang dilintasi. Aktivitas ini diduga sebagai bagian dari upaya pengumpulan informasi terhadap fasilitas militer serta kapal di sekitar wilayah Eropa.

CNN melaporkan bahwa personel Rusia yang ditempatkan pada kapal-kapal pengangkut minyak juga berperan dalam operasi mata-mata di perairan Eropa, berdasarkan informasi dari intelijen Barat dan Ukraina. Hal ini menambah kompleksitas konflik geopolitik yang sedang berlangsung terkait invasi Rusia ke Ukraina.

Kasus Kapal Boracay

Kapal tanker Boracay, yang diyakini tergabung dalam armada yang melanggar sanksi internasional terhadap Rusia, sempat disita oleh otoritas Prancis. Kapal ini mengaku berbendera Benin saat kejadian penangkapan pada September, namun belakangan diketahui berlayar di bawah bendera Rusia dengan nama baru, Phoenix.

Saat penyitaan, kapten kapal dan anak buahnya ditahan sementara, kemudian kapal diizinkan melanjutkan pelayaran. Vladimir Putin mengecam tindakan Prancis ini sebagai tindakan pembajakan. Pada persidangan yang digelar di kota Brest, Prancis, kapten asal China, Chen Zhangjie, diadili secara in absentia dengan tuntutan hukuman satu tahun karena dianggap tidak mematuhi perintah berhenti kapal.

Pengacara kapten menyatakan bahwa kedua warga Rusia yang berada di kapal tersebut bukanlah awak kapal, melainkan mewakili pihak yang mengatur muatan. Kapten sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas dua pria Rusia itu di atas kapal. Mereka juga disebutkan telah berada di kapal sejak pelayaran sebelumnya pada bulan Juli.

Identitas dan Latar Belakang Personel Keamanan

Dua personel keamanan itu bernama Aleksander T., 34 tahun, dan Maksim D., 40 tahun. Maksim pernah menjadi anggota kepolisian dan bekerja untuk kelompok tentara bayaran Wagner. Moran Security Group yang menaungi mereka didirikan oleh mantan perwira layanan keamanan FSB Rusia.

Kelompok ini memiliki pengalaman panjang dalam operasi anti-perompakan di berbagai wilayah, terutama Afrika dan Timur Tengah. Namun, pada tahun ini pemerintah AS memberikan sanksi kepada Moran atas aktivitas keamanan bersenjata yang mereka lakukan untuk perusahaan milik negara Rusia.

Aktivitas Armada "Shadow Fleet" dan Pengawasan Intelijen

Menurut pejabat intelijen Eropa, keberadaan Moran Security di kapal-kapal armada "shadow fleet" sudah teramati sejak tahun lalu. Koordinasi antara perusahaan militer swasta dan pemerintah Rusia diduga sangat erat, dan armada ini sangat aktif mengoperasikan kapal di wilayah Baltik.

Diperkirakan 60% minyak Rusia melewati Laut Baltik, sehingga jalur ini sangat vital bagi ekspor energi Rusia. Beberapa kapal tanker yang disanksi juga dicurigai melakukan sabotase, termasuk kerusakan pada kabel bawah laut, meskipun bukti kuat sulit diperoleh secara publik.

Respon Politik dan Sanksi Internasional

Presiden Prancis menyerukan Uni Eropa agar terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia dengan paket sanksi yang melarang jasa pengapalan minyak Rusia. Sementara itu, kapal Boracay kini berada di perairan dekat pelabuhan Rizhao di China sesuai data pelacakan kapal.

Kasus ini menggambarkan kompleksitas operasi keamanan dan pengawasan yang dilakukan Rusia di tengah konflik dan sanksi internasional. Keberadaan personel keamanan swasta di kapal tanker menjadi sorotan baru terkait fungsi ganda kapal-kapal pengangkut minyak asal Rusia.

Berita Terkait

Back to top button