Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dijadwalkan mengunjungi negara kepulauan Karibia, St. Kitts dan Nevis, untuk menegaskan kembali kepentingan Amerika Serikat di kawasan Amerika Barat. Kunjungan ini terjadi hanya sebulan setelah operasi militer AS yang berhasil menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Di tengah peningkatan ketegangan di Timur Tengah dan ancaman serangan dari Presiden Donald Trump terhadap Iran, Rubio akan mengikuti KTT komunitas negara-negara Karibia (CARICOM) selama satu hari. Langkah ini menunjukkan upaya AS mempertahankan fokus pada pengaruhnya di Hemisfer Barat meskipun perhatian utama saat ini bergeser pada isu Timur Tengah.
Rubio dikenal sebagai pendukung peran aktif AS di kawasan Amerika, berusaha memastikan bahwa pengaruh Amerika tidak tergeser meski pemerintah Trump mengalihkan prioritas kebijakan luar negerinya ke Iran. Pasukan AS bahkan terus diperkuat di Timur Tengah, melebihi jumlah saat operasi Venezuela yang menyingkirkan Maduro awal tahun ini.
Presiden Maduro saat ini menghadapi tuduhan terkait kerjasama dengan kartel narkoba untuk menyelundupkan ribuan ton kokain ke AS. Ia telah mengajukan pembelaan dan menyatakan tidak bersalah. Tindakan Trump terhadap Maduro disertai dengan pendekatan keras terhadap perdagangan narkoba dan migrasi ilegal yang menjadi perhatian di kawasan.
Strategi AS di Amerika Barat ini dibandingkan oleh para pejabat AS, termasuk Trump dan Rubio, dengan doktrin Monore abad ke-19. Doktrin tersebut menolak campur tangan kekuatan asing dan menegaskan dominasi AS di wilayah yang dianggap sebagai “halaman belakang Amerika”. Trump bahkan menyebut langkahnya sebagai “Donroe Doctrine,” dengan fokus pada pemberantasan perdagangan narkoba dan penguatan embargo terhadap Kuba.
Salah satu mayor tindakan terbaru yang didukung AS adalah operasi pemerintah Meksiko untuk menumpas kelompok kartel narkoba Jalisco New Generation, yang berhasil menewaskan pemimpin kartel Nemesio Oseguera Cervantes. Operasi ini memicu kerusuhan di beberapa kawasan wisata terkenal. Meski Meksiko dan Venezuela bukan anggota penuh CARICOM, keduanya memiliki status pengamat dalam komunitas tersebut.
Dalam KTT CARICOM mendatang, Rubio akan membahas beberapa isu utama seperti keamanan regional, stabilitas, serta pertumbuhan ekonomi dan perdagangan. Namun, belum diketahui dengan pasti pejabat mana saja yang akan ditemui Rubio selama di Basseterre, ibukota St. Kitts dan Nevis. Pihak Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa kunjungan ini akan memperkuat komitmen AS dalam bekerjasama dengan negara-negara CARICOM untuk meningkatkan kesejahteraan kawasan.
AS juga menaruh perhatian serius pada hubungan diplomatik St. Kitts dan Nevis dengan Taiwan, yang masih diakui secara resmi oleh beberapa anggota CARICOM. Taiwan merupakan pulau yang secara de facto otonom dan menjadi fokus persaingan geopolitik dengan China yang menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya. AS, meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, tetap memberikan dukungan militer dan ingin membatasi pengaruh China yang tumbuh di Amerika Latin melalui pinjaman besar dan perdagangan.
Trump berencana mengundang para pemimpin Amerika Latin ke sebuah KTT di Florida sebagai bagian dari persiapan kunjungannya ke Beijing. St. Kitts dan Nevis termasuk enam negara Karibia dan Amerika Tengah yang masih menjalin hubungan resmi dengan Taiwan. Untuk memperkuat dukungan kepada sekutu Taiwan, parlemen AS telah mengusulkan rancangan undang-undang senilai 120 juta dolar selama tiga tahun sebagai bantuan bagi mitra resmi dan tidak resmi Taiwan di dunia.
Kunjungan Rubio ke Karibia menjadi langkah strategis bagi AS untuk menjaga posisi dan pengaruhnya di wilayah yang dianggap penting, terutama di tengah ketegangan global yang terus berkembang wilayah Timur Tengah dan persaingan geopolitik dengan China. Fokus pada isu-isu keamanan, perdagangan, dan dukungan terhadap sekutu Taiwan terus menjadi agenda utama dalam diplomasi AS di kawasan ini.







