Sebuah kecelakaan helikopter militer Iran terjadi di sebuah pasar buah dan sayur di pusat Iran yang menewaskan sedikitnya empat orang. Insiden ini terjadi di kota Dorcheh, sekitar 330 kilometer selatan dari ibu kota Iran, Tehran, di Provinsi Isfahan.
Menurut laporan televisi milik pemerintah Iran, helikopter tersebut sedang melakukan penerbangan latihan saat insiden berlangsung. Pilot dan kopilot helikopter tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan ini.
Fars News Agency, media semi-resmi Iran, melaporkan bahwa dua korban jiwa lainnya berasal dari warga yang berada di pasar saat helikopter jatuh. Gambar yang ditayangkan menunjukkan puing-puing helikopter yang berserakan dan asap tebal mengepul dari lokasi pasar.
Provinsi Isfahan menjadi lokasi penting karena memiliki pangkalan udara utama serta fasilitas nuklir yang sebelumnya pernah menjadi target serangan Amerika Serikat saat konflik Iran-Israel beberapa waktu lalu.
Ini merupakan kecelakaan kedua jenis ini dalam waktu kurang dari seminggu di Iran. Sebelumnya, sebuah pesawat tempur F-4 juga mengalami kecelakaan di dekat kota Hamedan, bagian barat Iran, yang menyebabkan tewasnya salah satu pilot pesawat tersebut.
Iran menghadapi tantangan serius dalam pemeliharaan armada udara mereka. Sanksi Barat yang diterapkan telah memutus pasokan suku cadang pesawat sehingga negara ini masih mengandalkan helikopter dan pesawat tua untuk kebutuhan militer dan sipil.
Fakta-fakta ini menunjukkan kondisi teknologi dan kesiapan operasional militer udara Iran yang sangat dipengaruhi oleh tekanan geopolitik dan pembatasan impor komponen penting. Kejadian ini juga menambah catatan kecelakaan fatal yang kerap terjadi pada armada penerbangan negara tersebut.







