Harry dan Meghan Temui Pengungsi Suriah dan Anak Palestina di Yordania dalam Misi Kemanusiaan yang Menyoroti Trauma Perang dan Harapan Baru

Pangeran Harry dan Meghan Markle melakukan kunjungan ke Yordania untuk bertemu dengan pengungsi Suriah di kamp Zaatari dan anak-anak Palestina yang dievakuasi dari Jalur Gaza. Kunjungan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan yang difasilitasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di kamp Zaatari, pasangan ini berinteraksi langsung dengan pengungsi muda melalui kegiatan olahraga, seni, dan musik. Kamp ini berdiri sejak 2012 sebagai tempat perlindungan bagi orang-orang yang melarikan diri dari konflik di Suriah. Saat ini, kamp tersebut menampung sekitar 45.000 pengungsi.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 680.000 pengungsi Suriah telah tercatat di Yordania sejak 2011. Namun, pemerintah Yordania melaporkan jumlah penerimaan pengungsi mencapai 1,3 juta orang. Sekitar 200.000 di antaranya telah kembali ke Suriah setelah kejatuhan mantan Presiden Bashar al-Assad baru-baru ini.

Selain kunjungan di kamp pengungsi, Harry dan Meghan juga mengunjungi sebuah rumah sakit di Amman. Di sana, mereka bertemu dengan anak-anak Palestina yang dievakuasi dari Gaza karena alasan medis. Wilayah tersebut mengalami kehancuran parah akibat perang berkepanjangan antara Israel dan Hamas.

Kantor pasangan ini menyatakan bahwa fokus kunjungan selama dua hari tersebut adalah pada tanggapan kemanusiaan di bidang kesehatan, dukungan kesehatan mental, dan bantuan kepada komunitas rentan yang terdampak konflik serta pengungsian.

Pangeran Harry menyampaikan pernyataan yang dirilis WHO, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, serta memperluas akses terhadap dukungan kesehatan mental bagi para korban konflik dan krisis.

Harry dan Meghan mundur dari tugas resmi kerajaan pada tahun 2020 dan menetap di California. Langkah ini dilakukan karena perbedaan pandangan dengan keluarga kerajaan Inggris dan kekhawatiran atas perlakuan media terhadap Meghan, yang menurut Harry berdampak pada kematian ibunya, Putri Diana.

Kunjungan mereka ke Yordania menegaskan peran aktif dalam isu kemanusiaan global, khususnya dalam membantu pengungsi dan anak-anak yang terdampak perang. Dukungan mereka diharapkan dapat membawa perhatian lebih luas kepada kondisi kelompok-kelompok rentan yang masih menghadapi tantangan besar akibat konflik berkepanjangan.

Berita Terkait

Back to top button