Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyerukan kerja sama yang lebih erat antarnegara Karibia untuk menghadapi ancaman geng kriminal yang semakin berbahaya di kawasan tersebut. Rubio menyoroti pentingnya kolaborasi dalam memerangi jaringan narkoba internasional yang bersenjata lengkap dan beroperasi melalui wilayah Karibia.
Rubio menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pertemuan tertutup bersama pimpinan negara anggota CARICOM di Saint Kitts dan Nevis. Ia menegaskan bahwa pemerintah AS kini memberi prioritas tinggi pada kawasan Amerika Barat yang selama ini kurang mendapat perhatian, dengan harapan membangun kemitraan baru yang produktif.
Tantangan Keamanan Di Kawasan Karibia
Rubio menekankan bahwa jaringan kriminal ini membeli persenjataan dari Amerika Serikat, sehingga pemerintah AS mengintensifkan kerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk menekan aktivitas tersebut. Selain itu, Amerika Serikat juga mengambil sikap keras terhadap geng-geng kriminal di Haiti sebagai bagian dari strategi keamanan regional.
Pentingnya upaya kolektif ini didasarkan pada kenyataan bahwa kerusuhan dan ketidakstabilan di satu negara dapat meluas ke seluruh kawasan, terutama yang berkaitan dengan migrasi, keamanan, dan ekonomi. Permasalahan ini menuntut keterlibatan aktif semua negara anggota CARICOM dalam pertukaran informasi dan operasi bersama.
Kekhawatiran Terhadap Krisis di Kuba
Meski Rubio tidak menyebutkan Kuba secara langsung dalam pernyataannya, ketegangan yang sedang berlangsung akibat kebijakan sanksi Amerika Serikat terhadap Kuba memperburuk situasi kemanusiaan di sana. Pemerintahan Trump memblokir pengiriman minyak ke Kuba yang semakin memperberat krisis di negara tersebut.
Sebagai tanggapan, Departemen Keuangan AS mengumumkan pelonggaran aturan dengan mengizinkan penjualan minyak Venezuela untuk Kuba, asalkan tidak mendukung militer atau pemerintah kuban. Langkah ini diambil "dalam dukungan dan solidaritas kepada rakyat Kuba," serta disertai dengan bantuan kemanusiaan sebesar 9 juta dolar yang disalurkan melalui Gereja Katolik.
Seruan Pemimpin Karibia untuk Dialog dan Stabilitas
Beberapa pemimpin Karibia juga mengungkapkan keprihatinan mereka terkait dampak krisis di Kuba. Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, meminta CARICOM menanggapi secara kolektif, mengingat Kuba bukan anggota tetapi memiliki hubungan erat dengan kawasan ini. Holness menekankan bahwa penderitaan kemanusiaan di Kuba dapat memicu gelombang migrasi dan ketidakstabilan yang merugikan seluruh basis Karibia.
Sementara itu, Perdana Menteri Saint Kitts dan Nevis, Terrance Drew, mendesak CARICOM menjadi mediator untuk menjembatani dialog konstruktif antara Kuba dan Amerika Serikat. Drew mengingatkan bahwa "Kuba yang tidak stabil akan menimbulkan ketidakstabilan bagi kita semua," sehingga perlunya upaya bersama untuk menghindari risiko tersebut.
Langkah-Langkah Kerja Sama yang Diusulkan Rubio
- Memperketat kontrol senjata dan memutus pasokan persenjataan ke geng kriminal.
- Meningkatkan koordinasi intelijen lintas negara anggota CARICOM.
- Melakukan operasi gabungan untuk memberantas perdagangan narkoba dan aktivitas kriminal.
- Mendukung reformasi dan pemilu demokratis yang adil di Venezuela sebagai bagian dari stabilitas regional.
Amerika Serikat menegaskan keseriusan mereka dalam menjalin kemitraan kuat dengan negara-negara Karibia demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan stabil. Fokus utamanya adalah meminimalisasi ancaman yang berasal dari kelompok kriminal bersenjata dan meredam dampak krisis politik serta kemanusiaan yang tengah terjadi di kawasan tersebut.
