
American berada di antara empat orang yang tewas dalam insiden perahu cepat di perairan Kuba, kata Gedung Putih. Perahu tersebut dilaporkan dicuri dan memasuki wilayah perairan Kuba sebelum terjadi baku tembak dengan penjaga pantai Kuba.
Kejadian bermula saat perahu yang berasal dari Florida tersebut didekati oleh pasukan penjaga perbatasan Kuba di dekat kanal El Pino di Cayo Falcones. Menurut Kementerian Dalam Negeri Kuba, para penumpang perahu yang berjumlah sepuluh orang tersebut menembak terlebih dahulu sehingga memicu respons dari pihak Kuba.
Detail Korban dan Tersangka
Empat orang tewas dalam insiden itu, termasuk seorang warga negara Amerika. Enam lainnya mengalami luka dan langsung ditangkap oleh pihak Kuba. Dua di antara yang ditangkap dikabarkan masuk dalam daftar buronan Kuba terkait tuduhan kegiatan terorisme yang dipublikasikan tahun 2023 dan 2025.
Identitas korban yang tewas telah diumumkan oleh pemerintah Kuba, yaitu Pavel Alling Peña, Michael Ortega Casanova, Ledián Padrón Guevara, dan Hector Duani Cruz Correa. Sementara itu, nama-nama dari yang terluka dan ditahan adalah Cristian Ernesto Acosta Guevara, Conrado Galindo Sariol, José Manuel Rodríguez Castelló, Leordan Enrique Cruz Gómez, Amijail Sánchez González, dan Roberto Álvarez Ávila.
Situasi Hukum dan Keimigrasian
Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa setidaknya satu warga AS lainnya ikut ditahan dalam peristiwa ini. Beberapa penumpang memiliki status hukum berbeda di AS, termasuk pemegang visa K-1 yang memungkinkan tunangan warga negara AS masuk untuk menikah. Juga ada yang merupakan penduduk tetap resmi AS, walau jumlah pastinya belum jelas.
Pemilik perahu di Florida menyatakan bahwa perahu tersebut dicuri oleh seorang mantan karyawan yang sebelumnya pernah bekerja untuknya. Perahu tersebut terdaftar dengan nomor FL7726SH dan berjenis Pro-Line 24 kaki yang semula diparkir di properti Big Pine Key.
Senjata dan Tuduhan Terorisme
Laporan dari Kuba mengungkapkan bahwa para penumpang membawa beragam senjata, termasuk senapan serbu, pistol, koktail molotov, dan perlengkapan tempur seperti rompi anti-peluru dan pakaian kamuflase. Mereka diduga berniat melakukan aksi infiltrasi dengan tujuan terorisme di wilayah Kuba.
Pemerintah Kuba mengklaim telah berkomunikasi dengan pihak berwenang AS mengenai insiden ini sejak awal dan mengutarakan kesediaan untuk terus bertukar informasi agar fakta-fakta bisa diklarifikasi secara tuntas.
Respons Pemerintah Amerika
Sekretaris Negara AS Marco Rubio menyatakan bahwa pemerintah AS belum memiliki informasi selain apa yang sudah dirilis oleh otoritas Kuba. Sementara itu, investigasi resmi tengah berlangsung oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri, Penjaga Pantai, dan instansi terkait lainnya.
Rubio menegaskan, “Kita akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan merespons sesuai dengan temuan.” Hal ini menunjukkan bahwa AS menganggap kejadian tersebut serius dan tidak akan diabaikan begitu saja.
Konteks Politik dan Ketegangan
Insiden ini muncul di tengah peningkatan ketegangan antara AS dan Kuba. Baru-baru ini, Presiden AS memberlakukan sanksi dan tarif baru terhadap Kuba, sebagai respons atas operasi penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Peristiwa ini memperkeruh suasana politik antara kedua negara yang selama ini telah bergolak.
Pihak keluarga korban Michael Ortega Casanova menyebutkan bahwa almarhum mendedikasikan hidupnya untuk melawan pemerintahan komunis Kuba. Michael telah menjadi warga negara AS selama lebih dari dua dekade dan bekerja sebagai supir truk.
Terlepas dari keterangan resmi, pihak AS belum merilis identitas lengkap para penumpang maupun alasan mereka memasuki perairan Kuba. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan guna menetapkan kejadian sebenarnya serta langkah hukum berikutnya.
Insiden perahu cepat ini menjadi perhatian serius karena melibatkan warga Amerika dan berpotensi memperburuk hubungan diplomatik antara AS dan Kuba. Kedua negara tampaknya berkomitmen untuk bekerja sama dalam penyelidikan guna mengungkap peristiwa secara transparan dan akurat.









