Patung Winston Churchill di Parliament Square, London, menjadi sasaran vandalisme setelah dicoret dengan cat merah dan pesan-pesan anti-Israel. Polisi Metropolitan London mengonfirmasi bahwa seorang pria berusia 38 tahun ditangkap terkait kerusakan yang dianggap bermuatan rasial tersebut.
Tindakan vandalisme terjadi pada dini hari dengan cepat, sehingga petugas polisi tiba di lokasi hanya dalam waktu dua menit setelah menerima laporan. Pada patung dan alasnya terlihat berbagai tulisan seperti "NEVER AGAIN IS NOW," "ZIONIST WAR CRIMINAL," dan "GLOBALISE THE INTIFADA!" yang menunjukkan sentimen politik tertentu.
Pesan Vandalisme dan Klaim Aktivis Belanda
Sebuah kelompok aktivis asal Belanda yang menamakan diri "Free the Filton 24 NL" mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Dalam unggahan di Instagram, seorang pria bernama Olax Outis menyatakan bahwa tindakannya bertujuan sebagai protes terhadap figur Winston Churchill yang dianggap sebagai "penjahat perang" oleh kelompoknya.
Aktivis tersebut unggah pernyataan bahwa dirinya dari Belanda dan datang ke Inggris untuk melakukan aksi vandalisme ini sebagai bentuk penolakan terhadap warisan Churchill yang kontroversial. Kelompok ini juga menuliskan pesan dalam bahasa Belanda yang dapat diterjemahkan sebagai "Salam dari Den Haag."
Kontroversi dan Warisan Winston Churchill
Winston Churchill dikenal sebagai Perdana Menteri Inggris selama Perang Dunia II dan dianggap sebagai tokoh kunci dalam mengalahkan rezim Nazi. Namun, beberapa kalangan mengkritik pandangannya dan kebijakannya yang dinilai kontroversial, terutama terkait masalah kolonialisme dan konflik di Timur Tengah.
Aksi vandalisme yang terjadi juga mencerminkan ketegangan dan perdebatan yang berlangsung secara global mengenai hubungan politik dan konflik Israel-Palestina. Pesan-pesan yang tertulis mengecam kebijakan Zionis dan mengajak untuk mengglobalisasi intifada, yang merupakan istilah perlawanan Palestina.
Respon Polisi dan Pemerintah
Polisi London menegaskan bahwa kasus ini ditangani serius dengan penangkapan terhadap tersangka segera setelah kejadian. Penyidik masih mendalami motif dan apakah ada keterlibatan kelompok lain dalam insiden ini.
Pihak pemerintah dan sejumlah tokoh publik biasanya mengutuk tindakan vandalisme terhadap monumen bersejarah, mengingat nilai simbolis dan pentingnya pelestarian situs-warisan budaya di kota seperti London.
Fakta Penting Mengenai Insiden
- Patung yang dicoret adalah milik Winston Churchill di Parliament Square, pusat politik Inggris.
- Tulisan anti-Israel dan istilah "penjahat perang Zionis" menjadi sorotan utama.
- Penangkapan tersangka pria berusia 38 tahun atas dugaan kerusakan dengan motif rasial.
- Aktivis asal Belanda mengklaim bertanggung jawab melalui media sosial.
- Aksi ini mencerminkan ketegangan internasional terkait konflik Timur Tengah.
Kasus pencoretan patung Churchill ini menunjukkan bagaimana monumen bersejarah dapat menjadi fokus protes politik kontemporer. Kejadian seperti ini memicu diskusi lebih luas mengenai nilai sejarah, penghormatan terhadap simbol nasional, dan sensitivitas isu global yang memengaruhi opini publik di berbagai negara.
