Benjamin Netanyahu Mengumumkan Operasi Lion’s Roar Lebih Dahsyat dari Perang Terakhir, Akankah Rezim Iran Berakhir?

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan resmi terkait operasi militer terbaru Israel yang dinamai "Operation Lion’s Roar." Operasi ini merupakan kampanye bersama Israel dan Amerika Serikat untuk menumpas ancaman dari rezim Ayatollah di Iran. Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan perang 12 hari yang dijalankan Israel terhadap Iran pada Juni lalu.

Dalam rekaman yang dirilis secara resmi, Netanyahu menyatakan bahwa saat ini Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menyerang fasilitas-fasilitas militer penting seperti markas Pengawal Revolusi dan Basij, serta lokasi rudal balistik yang mengancam Israel dan pasukan Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa operasi ini akan terus berlanjut selama diperlukan untuk menghadapi ancaman yang telah berlangsung selama 47 tahun sejak rezim Iran terus menyerukan kematian bagi Israel dan Amerika Serikat.

Ancaman Rezim Ayatollah terhadap Israel dan Dunia

Netanyahu menyoroti bahwa rezim Iran telah menyebarkan teror di seluruh dunia dan menginvestasikan banyak sumber daya untuk mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik. Ia menyebutkan, "Rezim ini ingin menghapus Israel dari peta dunia." Selain itu, Iran juga memberikan dukungan senjata kepada kelompok-kelompok teroris di Gaza, Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, serta wilayah Palestina di Yudea dan Samaria, yang secara langsung telah menumpahkan darah Israel.

Lebih jauh, Netanyahu mengutip aksi rezim yang menghancurkan rakyatnya sendiri dengan tindakan brutal—pembantaian massal tanpa ampun terhadap ribuan anak-anak, orang dewasa, dan orang tua yang menuntut kehidupan bebas dan bermartabat. Penangkapan massal, penyiksaan, dan penghinaan terhadap rakyat Iran menjadi bukti kemunafikan rezim ini.

Operasi Lion’s Roar dan Kerjasama dengan Amerika Serikat

Pada kesempatan tersebut, Netanyahu menjelaskan bahwa "Operation Lion’s Roar" adalah operasi yang lebih dahsyat daripada motif sebelumnya, "Operation Rising Lion," yang telah memberikan pukulan signifikan terhadap rezim Iran dan pendukung terorisnya. Ia menggarisbawahi kerjasama erat Israel dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dengan tujuan menghancurkan basis kekuatan nuklir dan rudal di Iran.

Netanyahu juga menegaskan bahwa Iran sedang berusaha untuk mengubur kemampuan nuklir dan misil mereka agar tidak bisa dijangkau oleh serangan; oleh karenanya, waktu sangat krusial untuk menghentikan ambisi mereka tersebut. Negosiasi yang tengah berjalan menurutnya hanya merupakan usaha menunda-nunda yang sia-sia dari pihak Iran.

Seruan untuk Rakyat Iran

Salah satu bagian penting dari pernyataan Netanyahu adalah ajakan kepada rakyat dan tentara Iran agar membelokkan sikap mereka. Ia menegaskan bahwa penduduk Iran dan pasukan reguler (Artesh) bukanlah musuh Israel. Rezim Ayatollah yang represif-lah yang menjadi musuh bersama kedua bangsa. Netanyahu menawarkan jaminan keselamatan bagi mereka yang menyerahkan senjata, baik di kalangan pasukan rezim maupun sipil.

Ia mengajak semua etnis dan kelompok di Iran—termasuk Persia, Kurdi, Azeri, Baloch, dan Abkhazian—untuk merebut kesempatan membangun Iran baru yang bebas dan merdeka. Netanyahu yakin bahwa bantuan dari Israel dan dunia bebas sudah datang, menunjang harapan akan masa depan perdamaian dan kemakmuran.

Dukungan Amerika Serikat dan Harapan Israel

Netanyahu menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Donald Trump, militer Amerika, dan rakyat Amerika, yang menurutnya menjadi sekutu terkuat Israel. Kepemimpinan Trump digambarkan sebagai figur yang berani dan bertanggung jawab, yang membawa harapan bagi generasi mendatang untuk dunia yang lebih bebas.

Ia juga memberikan penghormatan kepada seluruh prajurit dan badan intelijen Israel termasuk Mossad, serta petugas keamanan dan penyelamat yang menjalankan operasi ini dengan keberanian tinggi. Netanyahu mengungkapkan, seluruh bangsa Israel berdiri di belakang mereka dan mendoakan keberhasilan misi ini.

Persiapan Menghadapi Tantangan Berat

Dengan semakin ketatnya situasi, Netanyahu mengingatkan warga Israel agar tetap disiplin dan menaati instruksi dari Komando Front Home, yang sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Ia menyatakan bahwa risiko dari tindak tidak bertindak jauh lebih besar daripada risiko perang itu sendiri karena potensi keberadaan Iran nuklir akan mengancam eksistensi Israel.

Ia mengingatkan bahwa seperti pada masa Purim di Persia kuno, di mana keberanian dan kecerdikan menyelamatkan bangsa Yahudi, saat ini juga diperlukan kesabaran dan keteguhan untuk melewati tantangan. Netanyahu menutup pidatonya dengan sebuah pesan optimisme bahwa Israel akan tetap kuat dan berdaulat.


Pernyataan lengkap Netanyahu menggarisbawahi tekad Israel dan Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman Iran dengan kekuatan besar melalui operasi gabungan. Pesan tersebut juga menyerukan persatuan bangsa Israel dan memberikan harapan bagi rakyat Iran untuk meraih kebebasan dari rezim yang represif. Ini menjadi momentum penting dalam dinamika geopolitik Timur Tengah yang berdampak luas pada keamanan regional dan internasional.

Berita Terkait

Back to top button