Dua hari sebelum konflik udara dilaporkan terjadi di daerah Iran, sebuah video yang diklaim menunjukkan jet tempur Amerika Serikat terlibat dalam pertempuran nyata ternyata berasal dari sebuah permainan video. Video tersebut sudah beredar di media sosial sejak Mei tahun sebelumnya dan awalnya diklaim sebagai adegan pertempuran udara antara India dan Pakistan.
Video ini diunggah ulang pada tanggal 26 Februari, dua hari sebelum serangan yang terjadi pada tanggal 28 Februari. Klaim yang beredar menyatakan bahwa jet tempur AS memasuki wilayah Iran dan menghancurkan beberapa pangkalan militer Iran, namun informasi ini tidak sesuai fakta. Video tersebut adalah simulasi komputer yang sengaja dibuat untuk permainan, bukan rekaman kejadian nyata.
Konflik dan Serangan di Timur Tengah
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran yang menargetkan pemimpin politik dan militer di negara tersebut. Presiden Amerika Serikat menyerukan agar warga Iran mengambil kendali atas nasib mereka dengan menentang pemerintahan Islam yang berlangsung sejak 1979. Balasan Iran terhadap serangan ini berupa serangan terhadap instalasi militer AS di wilayah Bahrain, Kuwait, dan Qatar.
Analisis Video dan Asal-Usulnya
Lead Stories, sebuah lembaga pengecek fakta, menemukan video tersebut telah beredar sejak tanggal 11 Mei tahun sebelumnya di YouTube dengan keterangan yang menunjukkan kaitan dengan militer Pakistan dan India, bukan Amerika Serikat versus Iran. Video ini juga diunggah kembali di media sosial pada saat konflik pecah, yang menarik perhatian pengguna karena tampak sangat realistis.
Google Gemini, asisten AI Google, melakukan analisa terhadap video tersebut dan menyimpulkan bahwa video ini adalah simulasi CGI dari permainan video, bukan rekaman nyata. Simulasi ini hampir dipastikan berasal dari permainan bernama DCS World (Digital Combat Simulator) atau mod serupa untuk Arma 3.
Alasan Video Merupakan Permainan Video
Beberapa elemen dalam video mengindikasikan bahwa ini bukan rekaman dunia nyata:
Jenis Pesawat: Jet yang terlihat adalah Sukhoi Su-57 "Felon," pesawat tempur siluman generasi kelima Rusia yang sangat langka dan tidak akan terbang agresif di lingkungan perkotaan seperti dalam video.
Efek Kamera Buatan: Getaran kamera yang menyerupai rekaman tangan memang sengaja dibuat untuk memberikan efek realistis, trik umum dalam produksi video permainan.
Fisika Flare dan Peluru Nyasar: Gerakan flare berwarna oranye dan garis peluru anti-pesawat berwarna hijau-putih mengikuti pola khas mesin partikel milik DCS World.
Pencahayaan dan Refleksi: Efek cahaya “bloom” pada lampu jalan dan pantulan flare pada tubuh jet merupakan ciri khas grafis dalam game modern seperti yang digunakan dalam DCS.
- Manuver Berisiko Tinggi: Pada detik ke-13, jet melakukan manuver berbelok tajam sangat dekat gedung-gedung, sesuatu yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh jet siluman bernilai tinggi di lingkungan perkotaan secara nyata.
Video ini adalah contoh bagaimana konten permainan video yang diolah dengan teknologi tinggi dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat saat konflik nyata terjadi. Penting bagi pengguna media sosial untuk memverifikasi sumber dan konteks video sebelum mempercayai sebagai bukti kejadian nyata.
Mengingat sifat teknologi pengolahan video saat ini, wajar bila banyak rekaman simulasi digital menyerupai situasi nyata beredar luas. Media dan masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap konten visual yang beredar, terutama yang berkaitan dengan isu geopolitik sensitif. Verifikasi informasi dari sumber terpercaya menjadi langkah utama untuk menghindari penyebaran hoaks atau disinformasi yang dapat memperkeruh situasi.







