Cheers dan Tangis Menggema di Dunia, Reaksi Global Usai Khamenei Tewas Dalam Serangan US-Israel

Author: Qoo Media

Dunia bereaksi beragam terhadap kabar tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel terhadap Iran. Berita ini memicu suasana penuh kontras, mulai dari perayaan hingga kemarahan dan protes keras.

Di beberapa bagian Iran, khususnya di Tehran, sebagian warga turun ke jalan untuk merayakan dengan musik dan kembang api. Namun, tidak semua orang ikut serta, sebagian besar masih takut setelah penindasan brutal terhadap aksi protes anti-pemerintah sebelumnya.

Perayaan dan Duka di Iran
Beberapa kerumunan kecil merayakan kematian Khamenei setelah pukul 11 malam waktu setempat. Sebaliknya, sejumlah massa yang lain malah melakukan aksi berkabung di pusat ibu kota. Mereka berkumpul mengenakan pakaian hitam sambil mengibarkan bendera Iran dan foto Khamenei, sambil meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Israel.

Presiden Iran menyebut pembunuhan Khamenei sebagai "deklarasi perang terhadap umat Muslim" yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat. Sementara itu, Pasukan Pengawal Revolusi Iran berjanji akan membalas kematian pemimpin tertinggi tersebut.

Protes dan Ketegangan Global
Di luar Iran, ketegangan juga muncul. Di Karachi, Pakistan, sembilan orang tewas saat demonstran pro-Iran mencoba menyerang konsulat AS. Di Baghdad, ratusan warga juga berusaha menyerbu Zona Hijau tempat kedutaan AS berada. Kota-kota seperti Srinagar, Istanbul, Seoul, Hyderabad, dan Athena juga menyaksikan aksi protes serupa.

Beberapa demonstran membakar poster Presiden Amerika Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Di sisi berlawanan, warga Iran yang berada di Eropa dan Amerika merayakan kematian Khamenei. Demonstrasi di Los Angeles, Jerman, Belgia, Belanda, dan Paris diwarnai bendera era sebelum revolusi dan seruan untuk "Iran bebas".

Respons Internasional
China mengutuk keras pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Iran dan hukum internasional. Rusia, sekutu utama Teheran, menyebut tindakan tersebut pelanggaran moral dan hukum internasional yang "sinis". Presiden Putin menyampaikan belasungkawa secara resmi.

Presiden AS menyebut Khamenei sebagai sosok "paling jahat dalam sejarah" dan melihat kematiannya sebagai kesempatan terbaik bagi rakyat Iran untuk mengambil alih negara mereka. Perdana Menteri Israel mengajak warga Iran untuk menggulingkan rezim yang diibaratkannya sebagai "tiran kejam".

Seruan Perdamaian dan Harapan Perubahan
Paus Leo XIV menyerukan pengakhiran spiral kekerasan sebelum berubah menjadi jurang yang tak dapat diperbaiki. Di lain pihak, kerabat Khamenei yang menentang pemerintah Iran menyambut baik kabar kematiannya sebagai harapan baru.

Pejabat Uni Eropa menyebut momen ini sebagai titik balik dengan masa depan yang belum pasti namun membuka peluang bagi Iran untuk memiliki kebebasan yang lebih besar.

Kritik dan Dukungan Terhadap Khamenei
Beberapa negara seperti Inggris, Australia, dan Perancis menyatakan bahwa sedikit yang akan meratapi kematian Khamenei dan menganggapnya sebagai "diktator berdarah dingin". Di Israel, kematian Khamenei disambut gembira sebagai "pemotongan kepala ular," simbol dari penghentian ancaman yang selama ini dia ciptakan.

Kelompok sekutu Iran seperti Hamas dan Hezbollah mengecam keras pembunuhan tersebut dan berjanji untuk melawan agresi AS dan Israel.

Peristiwa ini menandai babak baru ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Reaksi dunia yang beragam menunjukkan betapa kompleksnya dampak dari kematian salah satu tokoh paling berpengaruh dan kontroversial di Iran.

Terbaru