Musim berenang di Eropa dibuka dengan kabar yang melegakan: sebagian besar pantai di benua itu memiliki kualitas air yang dinilai “excellent”. Badan lingkungan Uni Eropa menyebut kondisi ini sebagai hasil dari penerapan aturan air mandi yang solid di banyak negara anggota.
Laporan terbaru European Environment Agency (EEA) menunjukkan lebih dari 85 persen lokasi mandi di Uni Eropa masuk kategori “excellent”. Dari seluruh titik yang dipantau, hanya 1,5 persen yang dinilai memiliki kualitas air “poor”.
Negara yang menonjol
Cyprus, Bulgaria, Yunani, Austria, dan Kroasia berada di kelompok teratas. Di lima negara itu, setidaknya 95 persen lokasi mandi diklasifikasikan sebagai “excellent”.
Austria juga masuk sorotan bersama negara-negara pesisir, meski pemantauan EEA mencakup wilayah pantai dan wilayah pedalaman. Hasil ini memperlihatkan bahwa kualitas air yang sangat baik tidak hanya terkonsentrasi di pesisir, tetapi juga bisa ditemukan di sejumlah lokasi daratan.
Mengapa kualitas air penting
EEA menjelaskan bahwa kualitas air diklasifikasikan menjadi “excellent”, “good”, “sufficient”, atau “poor” berdasarkan tingkat kontaminasi feses yang terdeteksi. Air yang tercemar dapat menimbulkan penyakit bila tertelan, termasuk gangguan pencernaan dan diare.
Karena itu, hasil pemantauan ini menjadi indikator penting bagi wisatawan dan otoritas kesehatan. Data yang baik memberi sinyal bahwa banyak lokasi mandi di Eropa relatif aman untuk digunakan pada musim panas.
Pantai unggul, danau dan sungai lebih rentan
Laporan EEA berbasis data dari lebih dari 22.000 lokasi mandi di 27 negara anggota Uni Eropa, serta Albania dan Swiss. Dalam hasil itu, 89 persen area pesisir dinilai “excellent”, lebih tinggi dibanding 78 persen sungai dan danau.
EEA menyebut air di wilayah pesisir cenderung lebih baik karena punya kemampuan self-purification. Sebaliknya, danau, sungai, dan aliran air lebih sensitif terhadap polusi jangka pendek akibat hujan lebat dan kekeringan musim panas.
Masih ada titik lemah
Di bagian bawah daftar, Albania mencatat 23,5 persen lokasi dengan kualitas air “poor”. Angka itu menjadi kontras tajam dengan negara-negara yang mendominasi kategori terbaik di Eropa.
Aturan Uni Eropa mewajibkan larangan berenang jika sebuah lokasi terus-menerus mendapat status “poor” selama lima tahun berturut-turut. Dalam periode 2020 hingga 2024, ada 57 lokasi yang memenuhi kondisi itu, dengan 34 di Italia, 16 di Prancis, tiga di Spanyol, dua di Swedia, serta masing-masing satu di Estonia dan Portugal.
Dari 57 lokasi tersebut, hanya empat yang sudah membaik menjadi setidaknya “sufficient” pada 2025. Data itu menunjukkan bahwa meski mayoritas pantai Eropa bersih, sebagian lokasi masih memerlukan pemantauan ketat dan perbaikan berkelanjutan.
