Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier sepakat memperkuat kerja sama bilateral di bidang keperawatan, teknologi, ekonomi, investasi, pendidikan, dan transisi energi. Kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, yang juga menegaskan arah baru kemitraan kedua negara pada pengembangan sumber daya manusia.
Di antara isu yang paling menonjol, kerja sama keperawatan menjadi perhatian utama setelah penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership. Prabowo menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan Indonesia sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di Jerman.
Fokus pada keperawatan dan kebutuhan tenaga kesehatan
Prabowo menyampaikan apresiasi atas penandatanganan Letter of Intent itu karena dinilai memberi jalur yang lebih jelas bagi penguatan kompetensi perawat Indonesia. Melalui skema tersebut, kerja sama tidak hanya menempatkan tenaga kesehatan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pernyataan itu menegaskan bahwa sektor keperawatan menjadi salah satu pintu utama dalam hubungan kerja sama Indonesia dan Jerman. Dalam konteks yang lebih luas, kemitraan ini diharapkan membantu Indonesia menyiapkan tenaga kesehatan yang lebih siap bersaing di pasar kerja internasional.
Peluang kerja di sektor teknologi tingkat tinggi
Selain bidang kesehatan, Indonesia juga mendorong perluasan kesempatan kerja bagi tenaga kerja nasional di Jerman, terutama di sektor teknologi tingkat tinggi. Pemerintah memandang peluang tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas SDM yang memiliki kompetensi teknologi.
Prabowo menegaskan bahwa kerja sama dengan Jerman tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga harus mendorong transfer kemampuan dan penguatan keterampilan. Dengan begitu, hubungan kedua negara dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi pengembangan talenta Indonesia.
Dukungan untuk UMKM dan hubungan bisnis
Di bidang ekonomi, Indonesia menyambut baik program Partnering in Business with Germany yang ditujukan untuk mendukung pengembangan UMKM. Program ini dipandang dapat membuka akses pelaku usaha Indonesia terhadap jaringan bisnis global, teknologi, dan pasar internasional.
Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee yang kedua tahun ini. Agenda tersebut menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi kedua negara terus diarahkan pada pembahasan yang lebih konkret, terutama di bidang investasi dan penguatan pelaku usaha.
Kerja sama yang meluas ke pendidikan dan transisi energi
Penguatan hubungan Indonesia dan Jerman tidak berhenti pada sektor tenaga kerja dan ekonomi. Prabowo menyebut ruang kerja sama lain yang juga penting, yakni investasi, pendidikan, dan transisi energi, yang semuanya dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan jangka panjang.
Dalam konteks itu, kemitraan strategis dengan Jerman diposisikan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kerja sama yang lebih dalam diharapkan mampu menciptakan manfaat timbal balik, baik bagi dunia usaha maupun pengembangan kapasitas nasional.
Harapan terhadap IEU-CEPA
Prabowo juga menyoroti pentingnya hubungan Indonesia dengan kawasan Eropa, khususnya melalui perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA. Ia berharap pembahasan itu dapat segera mencapai kesepakatan substantif dan memberi manfaat nyata bagi dunia usaha.
Dalam pernyataannya, Prabowo berharap Jerman dapat terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa. Dukungan itu dinilai penting agar kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Uni Eropa bisa segera berjalan dan memberi dampak konkret.
Pertemuan Prabowo dan Steinmeier menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kemitraan strategis yang telah terjalin selama 74 tahun. Arah kerja sama itu kini makin jelas, dengan fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja, kolaborasi teknologi, penguatan UMKM, dan perluasan hubungan ekonomi yang lebih produktif.
