Trump Klaim Selat Hormuz Dibuka Jumat, Sinyal Damai yang Guncang Pasar Minyak

Author: Qoo Media

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya untuk pelayaran komersial mulai Jumat 19 Juni. Ia mengatakan harapan itu muncul setelah kesepakatan awal perdamaian dengan Iran ditandatangani dan proses menuju peresmian resmi disiapkan di Swiss.

Trump menyampaikan pernyataan itu saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Evian-les-Bains, Prancis, sebelum KTT G7 dimulai. Ia menilai pembukaan jalur strategis tersebut bisa mendorong harga minyak turun dan membuat pasar saham menguat.

Kesepakatan awal dan jadwal peresmian

Trump mengatakan draf nota kesepahaman dengan Iran kemungkinan akan dirilis setelah Jumat 19 Juni. Menurut dia, kedua pihak akan meresmikan kesepakatan itu di Swiss.

Dalam penjelasannya, Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz harus bebas dari pungutan biaya. Ia juga menyatakan tidak akan mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran sebelum negara itu memenuhi kewajibannya.

Pernyataan pejabat AS soal proses berikutnya

Seorang pejabat senior AS yang berbicara secara anonim mengatakan lalu lintas di Selat Hormuz kecil kemungkinan kembali normal dalam dua pekan. Pejabat itu juga menyebut pembicaraan teknis akan berlangsung selama 60 hari setelah kesepakatan awal diteken.

Menurut pejabat tersebut, memorandum itu telah ditandatangani Trump, Wakil Presiden AS J.D. Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf yang memimpin delegasi negosiasi Iran dengan AS. Vance juga menyampaikan kepada ABC News bahwa perjanjian awal itu ditandatangani secara digital pada Minggu.

Isi memorandum dan fokus pembicaraan

Pejabat AS itu menjelaskan bahwa dokumen tersebut memuat pembukaan jalur air sempit itu selama 60 hari tanpa pungutan tol. Washington berharap ketentuan itu masuk ke dalam perjanjian akhir dengan Teheran.

Trump kemudian menegaskan bahwa isu utama tetap sama, yaitu Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Setelah pengumuman penghentian permusuhan dan pembukaan kembali rute maritim, ia juga menyoroti pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dampak ke pasar energi global

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebelumnya mengganggu pasar energi dan komoditas dunia. Kondisi itu memicu lonjakan harga gas di AS dan menambah kekhawatiran inflasi menjelang pemilihan paruh waktu pada November.

Karena itu, pemulihan jalur bebas melalui selat tersebut menjadi prioritas dalam negosiasi pemerintahan Trump dengan Teheran. Sebelum perang, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur sempit antara Iran dan Oman, sehingga setiap perubahan status selat ini langsung berdampak pada pasar internasional.

Pejabat Iran mengatakan pihaknya tidak akan memungut biaya tol bagi kapal yang melintas. Namun, mereka masih bersikeras pada pungutan untuk keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan, sehingga masa depan Selat Hormuz tetap bergantung pada detail kesepakatan yang sedang dibahas kedua pihak.

Source: www.viva.co.id
Terbaru