Hacked Traffic Cameras, Intel AS dan Israel Mematikan Plot Gabungan Menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Alihkan Sejarah Perang!

Kamera lalu lintas di jalanan Tehran telah diretas sejak bertahun-tahun lalu. Ini memungkinkan Israel untuk memantau secara real-time target-target penting dengan sangat detail.

Melalui kamera-kamera tersebut, Israel dapat memetakan kota secara rinci dan mengidentifikasi pola pergerakan para figur penting di dalam ibu kota musuh. Data dari kamera ini menjadi bagian dari sistem canggih berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bisa memproses berbagai jenis intelijen.

Sistem Intelijen Terintegrasi

Sistem yang dikembangkan selama lebih dari satu dekade ini menggabungkan intelijen visual, intelijen manusia, sinyal, komunikasi yang disadap, citra satelit, dan lain-lain. Pada akhirnya, sistem tersebut mampu menentukan lokasi target secara tepat menggunakan koordinat grid 14 digit.

Proses ini dilakukan oleh komputer-komputer kuat yang memilah dan menganalisis data besar. Sebuah tim yang terdiri dari teknolog, analis data, dan insinyur bertugas memvalidasi hasil rekomendasi serangan dan menyempurnakan prosedur.

Jejak Panjang Penetrasi Israel di Iran

Sistem ini memperkuat catatan panjang Israel dalam menembus lingkaran dalam Iran. Israel telah berhasil melakukan pembunuhan terhadap banyak ilmuwan nuklir dan pejabat tinggi Iran, mencuri arsip nuklir Iran, serta membunuh pemimpin politik Hamas di Tehran.

Sistem intelijen ini telah terbukti efektif sebelumnya. Pada awal perang selama 12 hari antara Israel dan Iran bulan Juni tahun lalu, sistem tersebut digunakan dalam serangan pembuka yang menewaskan perwira senior militer Iran dan tokoh penting di Garda Revolusi.

Serangan Terbaru Terhadap Pemimpin Iran

Serangan besar bersama antara AS dan Israel akhir-akhir ini kembali mengandalkan sistem canggih ini. Target utama adalah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang kini telah meninggal. Pejabat Israel percaya Khamenei merasa lebih rentan pada siang hari.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengungkapkan bahwa peluang menarget Khamenei pada bulan Juni lalu tidak ada karena Khamenei bersembunyi di bunker bawah tanah. Kini, kesempatan muncul untuk menyerang Khamenei sekaligus sejumlah pimpinan militer dan keamanan teratas Iran yang baru menggantikan yang terbunuh.

Dinamika Hubungan AS-Israel Tentang Iran

Meski AS dan Iran tengah melakukan negosiasi soal program nuklir Tehran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakini pembicaraan itu bakal gagal. Ia merasa tidak ada kesepakatan yang bisa diterima, apalagi oleh dirinya yang menentang perjanjian nuklir Iran sebelumnya.

Dalam pertemuan rahasia selama hampir tiga jam dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Netanyahu menyampaikan intelijen terbaru tentang kemampuan militer Iran. Diskusi ini tidak membahas negosiasi nuklir yang sedang berlangsung, melainkan kemungkinan skenario jika negosiasi gagal.

Pelaksanaan Operasi dan Dampaknya

Perintah untuk memulai serangan diberikan oleh Trump pada Jumat sore waktu AS dengan kode ‘Operation Epic Fury’. Komandan militer AS, Jenderal Dan Caine, menyatakan operasi ini adalah serangan siang hari yang dilaksanakan oleh Israel dan dibantu oleh komunitas intelijen AS.

Serangan tersebut berhasil menargetkan Khamenei dan sejumlah pemimpin Iran lainnya. Setelah beberapa jam, Israel mulai optimis walaupun belum ada kepastian resmi mengenai kematian Khamenei.

Kepastian bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah meninggal diumumkan oleh stasiun penyiaran negara Iran pada Minggu pagi dengan pernyataan bahwa “Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai martir.”

Sistem intelijen gabungan AS dan Israel ini menunjukkan bagaimana teknologi dan kerja sama militer bisa melancarkan operasi rahasia dengan presisi tinggi terhadap target di pusat kekuasaan musuh.

Terkait