Israel Iran Bertempur Di Langit Timur Tengah, Dampak Meluas Hingga Selat Hormuz Dan Irak Membara

Author: Qoo Media

Konflik di Timur Tengah semakin meluas dengan serangan baru yang dilancarkan oleh Israel dan Iran. Israel melakukan serangan udara ke wilayah Lebanon yang dikuasai oleh Hezbollah, kelompok yang didukung oleh Iran dan berjanji membalas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Israel juga mengklaim berhasil mencegat beberapa rudal yang diluncurkan oleh Iran meskipun militer AS sebelumnya mengumumkan telah melumpuhkan kemampuan militer Iran. Sementara itu, Iran membalas dengan menembakkan rudal ke berbagai wilayah di kawasan dan mengumumkan telah menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak dunia.

Serangan dan Dampaknya di Lebanon dan Irak
Serangan Israel diarahkan ke daerah pinggiran kota Beirut yang menjadi basis kekuatan Hezbollah. Warga diungsikan dari wilayah selatan sungai Litani sebagai langkah antisipasi oleh militer Israel. Sejak dimulainya pertempuran terbaru, setidaknya 75 orang tewas di Lebanon dan lebih dari 83.000 warga harus meninggalkan rumahnya.

Di Irak, listrik padam total dilaporkan terjadi secara mendadak dengan penyebab yang masih belum jelas. Kementerian listrik Irak menyatakan adanya penurunan pasokan gas ke pembangkit utama sebagai penyebab sementara. Iran juga menyerang wilayah otonom Kurdi di Irak utara, menewaskan seorang anggota kelompok Kurdi pengasingan yang dilaporkan mendapat dukungan Amerika Serikat.

Konfrontasi Laut dan Udara
Amerika Serikat mengaku telah menenggelamkan kapal perang Iran, frigat IRIS Dena, di wilayah perairan internasional dekat Sri Lanka. Tindakan ini menjadi serangan torpedo pertama AS sejak Perang Dunia II. Sebanyak 87 orang diperkirakan tewas dalam insiden tersebut dengan 61 masih hilang.

Di sisi lain, sebuah rudal Iran yang menuju wilayah udara Turki berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan NATO. Ankara menegaskan bahwa Turki bukan target serangan dan rudal tersebut diperkirakan menuju pangkalan militer Inggris di Siprus. Turki mengingatkan Iran untuk menghindari aksi yang dapat memperluas konflik.

Ketegangan Meningkat di Kawasan Teluk
Kota-kota di Teluk seperti Dubai, Riyadh, dan Kuwait mengalami serangan rudal dan serangan drone dari Iran yang menimbulkan ketakutan dan korban jiwa, termasuk kematian seorang anak perempuan berusia 11 tahun di Kuwait akibat serpihan. Beberapa negara Teluk berhasil mencegat serangan ini termasuk serangan ke kilang minyak besar di Ras Tanura, Arab Saudi.

Akibat eskalasi tersebut, perjalanan udara di wilayah Teluk menjadi terganggu dan beberapa negara seperti AS, Prancis, dan Inggris mulai mengirim penerbangan khusus untuk evakuasi warga negara mereka.

Reaksi Internasional dan Ancaman Lanjutan
Presiden Prancis Emmanuel Macron menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memperingatkan agar tidak melakukan ofensif darat dan menjaga integritas wilayah Lebanon. Macron juga meminta pemimpin Lebanon mendesak Hezbollah menghentikan serangannya.

Sementara itu, komando militer Iran mengancam akan menargetkan kedutaan besar Israel di seluruh dunia jika Israel menyerang misi Iran di Lebanon. Ancaman ini menambah ketegangan diplomatik dan memperkuat risiko eskalasi konflik di tingkat internasional.

Situasi perang yang semakin menyebar ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan keamanan pasokan energi global. Selat Hormuz yang menjadi jalur vital ekspor minyak dunia mengalami penurunan aktivitas hingga 90 persen, berdampak besar pada pasar energi dan ekonomi dunia.

Terbaru