Pemilu parlemen Nepal menunjukkan partai Rastriya Swatantra Party (RSP) yang dipimpin oleh Balendra Shah, seorang rapper yang kini beralih ke dunia politik, diperkirakan akan menang telak. Tren awal dari Komisi Pemilihan Nepal mencatat partai Shah unggul signifikan meskipun proses penghitungan suara masih berlangsung.
Pemilihan kali ini menjadi sangat penting karena berlangsung enam bulan setelah gelombang protes anti-korupsi yang memakan korban 77 jiwa. Protes yang dipimpin kaum muda dengan jargon generasi Z tersebut bermula dari kebijakan larangan sementara media sosial, kemudian meluas menjadi tuntutan perubahan terhadap masalah korupsi dan kondisi ekonomi yang menekan.
Dominasi Rastriya Swatantra Party
Menurut data dari Komisi Pemilihan, RSP tampak berpeluang meraih mayoritas super dua pertiga di Dewan Perwakilan Rakyat yang berjumlah 275 kursi. Juru bicara Komisi Pemilihan, Narayan Prasad Bhattarai, menyebutkan banyak wilayah yang berhasil dikuasai RSP dalam penghitungan awal.
"Sesuai tren ini, Rastriya Swatantra Party memimpin di banyak daerah dan telah memenangkan beberapa kursi," ujar Bhattarai kepada AFP. Jika tren ini berlanjut, kemenangan Shah menandai pergeseran besar dalam politik Nepal, dari wali kota ibu kota menjadi kandidat kuat perdana menteri menggantikan pemimpin veteran partai Marxis.
Perkembangan Penghitungan Suara
Hingga pagi hari kedua penghitungan suara, baru 24 hasil resmi diumumkan. Dari angka tersebut, RSP telah mengamankan 18 kursi, Nepali Congress memperoleh 5 kursi, dan partai Marxis dari mantan PM KP Sharma Oli tertinggal dengan satu kursi. RSP juga memimpin di 99 dari 165 daerah pemilihan langsung, menunjukkan dominasi yang jelas.
Di sisi lain, partai Shah juga meraih lebih dari 50 persen suara dalam pemilihan perwakilan proporsional yang menyediakan 110 kursi tambahan berdasarkan daftar partai. Komisi memperkirakan hasil pemilihan langsung akan rampung pada Senin, namun keseluruhan penghitungan suara, termasuk proporsional, memerlukan waktu sekitar satu minggu.
Suasana dan Pesan Partai
Proses penghitungan berlangsung lancar dari wilayah pegunungan yang tertutup salju hingga dataran panas di perbatasan India. Pendukung RSP sudah mulai merayakan kemenangan awal di jalanan Kathmandu. Namun, wakil ketua RSP, DP Aryal, mengimbau agar perayaan ditahan dulu demi menghormati proses yang belum usai.
“Setelah bekerja keras, suatu hari kita akan merayakannya,” kata Aryal melalui media sosial pada Jumat malam. Shah sendiri memimpin dengan margin jauh dalam daerah pemilihannya melawan mantan perdana menteri Oli yang berusia 74 tahun. Duel ini melambangkan pertarungan antara generasi lama dan tuntutan perubahan yang didorong oleh kaum muda.
Dinamika Partai Lain
Sementara RSP meraih kemajuan, partai Nepali Congress yang sebelumnya mengetuai pemerintahan koalisi, menghadapi tekanan berat. Pemimpinnya yang baru, Gagan Thapa, tercatat tertinggal dalam perkiraan suara di daerah pemilihannya sendiri. Hal ini menandakan perubahan besar dalam peta politik Nepal dan geseran dukungan dari partai lama menuju partai yang dianggap mewakili aspirasi generasi muda.
Pemilihan parlemen Nepal ini bisa menjadi momentum transformasi politik setelah gejolak sosial dan protes anti-korupsi yang mengguncang negeri pegunungan tersebut. Kemenangan besar Balendra Shah dan partainya menunjukkan adanya harapan luas bagi pembaruan politik di tengah kegelisahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan korupsi yang melanda. Proses penghitungan suara yang masih berjalan akan menentukan secara resmi hasil akhir yang sedang ditunggu jutaan warga Nepal.









