Sekolah Perempuan di Iran Jadi Target Serangan Mematikan, Investigasi AS Bergulir di Tengah Tuduhan dan Duka Mendalam

Iran melaporkan sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan, terkena serangan udara mematikan yang menewaskan sedikitnya 175 orang. Mayoritas korban adalah siswa perempuan berusia antara 7 hingga 12 tahun, menjadikan insiden ini sebagai kehilangan nyawa sipil tunggal terbesar dalam konflik yang baru berlangsung beberapa hari.

Rekaman video dan foto yang beredar menunjukkan asap hitam besar membubung dari gedung sekolah yang rusak dengan mural anak-anak. Lokasi ini diidentifikasi oleh media Iran sebagai sekolah dasar Shajareh Tayyebeh. Bukti satelit juga menunjukkan adanya bangunan yang rusak di kawasan yang berdekatan dengan markas militer Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di Minab.

Klaim dan Penyelidikan Awal
Pemerintah Iran menuduh serangan ini dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa serangan terhadap sekolah dan rumah sakit merupakan pelanggaran berat prinsip kemanusiaan yang harus dikecam dunia. Sementara itu, kementerian kesehatan Iran menyebut korban yang gugur sebagai “syuhada kecil” yang menggambarkan derita anak-anak di tengah konflik.

Namun, hingga saat ini, baik Amerika Serikat maupun Israel belum menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Seorang sumber yang mengetahui penyelidikan mengatakan bahwa penyidik AS menduga serangan terjadi saat operasi militer AS di wilayah tersebut, sedangkan Israel tidak beroperasi di dekat lokasi. Penting untuk dicatat bahwa penyelidikan resmi masih berlangsung tanpa kesimpulan final saat ini.

Reaksi Amerika Serikat dan Israel
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa Pentagon tengah menyelidiki insiden ini. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menargetkan sasaran sipil secara sengaja. Menurut Sekretaris Negara Marco Rubio, tujuan AS dalam operasi itu adalah sasaran terkait produksi dan peluncuran misil, bukan sekolah.

Dari pihak Israel, juru bicara militer Nadav Shoshani menegaskan tidak ditemukan kaitan operasi militer Israel dengan serangan tersebut. Ia juga menyarankan untuk berhati-hati menerima informasi yang berasal dari rezim Iran yang menurutnya telah melakukan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri.

Kondisi Lokasi dan Dampak Strategis
Minab terletak dekat dengan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting dunia untuk pengiriman minyak dan gas. Proksimitas sekolah dengan fasilitas militer IRGC seperti markas Seyyed Al-Shohada dan klinik Shahid Absalan menunjukkan risiko sipil yang tinggi akibat fasilitas militer yang berdekatan dengan lingkungan publik.

Organisasi HAM seperti Hengaw mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas militer di sekitar sekolah dan ruang umum meningkatkan bahaya bagi warga sipil. Pada saat serangan terjadi, sekitar 170 siswa hadir mengikuti sesi pagi di sekolah tersebut.

Seruan untuk Penyelidikan Independen
Kepala HAM PBB, Volker Turk, mendesak agar dilakukan penyelidikan cepat, transparan, dan tidak berpihak terkait insiden ini. PBB menegaskan bahwa tanggung jawab penyelidikan ada pada pihak yang melakukan serangan tersebut. Hingga kini, akses internasional untuk verifikasi lapangan di lokasi terbatas oleh izin pemerintah Iran.

Sementara itu, di Minab telah diadakan pemakaman massal untuk ratusan korban, dengan prosesi duka yang terekam oleh media Iran memperlihatkan warga yang berduka cita dan peti jenazah yang berbalut bendera nasional.

Insiden ini semakin memperumit dinamika konflik regional dan menimbulkan pertanyaan serius tentang perlindungan warga sipil dalam operasi militer serta kebutuhan akan kepastian hukum dan akuntabilitas internasional. Investigasi lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Terkait