Pengendara Volkswagen (VW) dan Audi yang menggunakan mesin 2.0 liter turbo EA888 mengeluhkan konsumsi oli berlebihan pada kendaraan mereka. Keluhan ini kini menjadi perkara hukum setelah diajukan gugatan class action di New Jersey, AS, yang mengklaim adanya cacat produksi pada mesin tersebut.
Gugatan tersebut menuduh cincin piston yang cacat memungkinkan oli merembes ke ruang bakar. Oli yang terbakar ini menimbulkan kerak karbon yang kemudian menyebabkan katup ventilasi crankcase (PCV) macet. Akibatnya, tekanan dalam crankcase meningkat sehingga seal dan gasket mesin mengalami kebocoran.
Dampak Teknis dan Kerusakan yang Terjadi
Kerusakan lanjutan akibat cacat ini termasuk retaknya bak oli plastik, keluarnya oli dari penutup timing, serta busi yang menjadi kotor dan tidak berfungsi optimal. Beberapa pengemudi melaporkan mesin yang berjalan kasar, lampu peringatan menyala, dan performa akselerasi menurun. Banyak pemilik kendaraan harus sering menambah oli di antara jadwal servis, yang tidak sesuai ekspektasi pengguna.
Model Kendaraan Terkena Dampak
Gugatan ini mencakup bermacam tipe VW dan Audi produksi antara 2018 hingga 2026. Dari VW, model yang disebutkan adalah Tiguan, Atlas, Passat, dan Jetta GLI. Sementara Audi yang terdampak meliputi Q3, Q5, dan Q7. Model-model tersebut adalah kendaraan keluarga dan crossover yang banyak ditemukan di jalanan, bukan hanya varian performa khusus.
Klaim Garansi dan Nilai Kendaraan
Para penggugat menyatakan bahwa masalah ini seharusnya ditanggung garansi resmi, namun bengkel resmi VW hanya menyediakan penggantian suku cadang dengan komponen serupa yang juga rentan bermasalah. Pengadilan diharapkan untuk memutuskan apakah tindakan VW memenuhi kewajiban perbaikan dan kompensasi. Gugatan sebelumnya mengenai masalah katup PCV pada mesin EA888 pernah ditolak karena penggugat gagal membuktikan kendaraan tidak layak digunakan.
Fakta Menarik dalam Kasus Ini
Salah satu penggugat, Loretta Moutra dari Texas, mencatat riwayat kendaraannya yang bermasalah sejak leasing VW Tiguan 2018 dengan kebocoran oli. Ia kemudian leasing lagi Tiguan 2022 yang juga bermasalah, dan saat ini menggunakan VW Atlas Cross Sport 2024. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang loyalitas pemilik dan kepercayaan terhadap produk VW.
Ringkasan Kondisi dan Kasus
- Mesin VW EA888 banyak digunakan di berbagai model VW dan Audi.
- Konsumsi oli yang berlebihan menyebabkan kerusakan komponen mesin kunci.
- Pemilik mengklaim perbaikan di bengkel resmi tidak menyelesaikan masalah.
- Gugatan class action diajukan untuk menuntut penggantian biaya dan perbaikan.
- Kasus masih dalam proses hukum dan hasil akhirnya belum pasti.
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi produsen otomotif dalam menangani keluhan teknis. Apabila klaim para penggugat terbukti, dampaknya bisa luas bagi pemilik kendaraan VW dan Audi yang menggunakan mesin ini. Pihak pengadilan akan mengkaji bukti dan argumen sebelum mengambil keputusan terkait tanggung jawab pabrikan dan hak konsumen. Sementara itu, pengemudi dianjurkan untuk memantau kondisi oli mesin secara rutin agar menghindari kerusakan yang lebih parah.
Source: www.carscoops.com






