Iran menyatakan bahwa perang yang berlangsung melibatkan Israel dan Amerika Serikat telah menyebabkan kematian 1.332 warga sipil Iran. Selain itu, ribuan warga lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat konflik tersebut.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa serangan yang dilakukan AS dan Israel secara sengaja menargetkan infrastruktur sipil. Sebaliknya, Iran hanya membidik situs militer dan menghindari serangan terhadap warga sipil.
Klaim dan Tanggapan dari Pihak Terlibat
Pemerintah Amerika Serikat dan Israel membantah pernyataan Iran dan menyatakan bahwa justru Iran yang menyerang sasaran sipil. Iravani menambahkan bahwa Iran sedang menyelidiki tuduhan serangan terhadap lokasi non-militer yang diklaim negara lain. Iran menduga insiden tersebut mungkin disebabkan oleh sistem pertahanan AS yang mengalihkan serangan dari target militer.
Pernyataan Kontroversial Presiden AS
Presiden AS, Donald Trump, menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran dan mengklaim bahwa pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran harus "dapat diterima" oleh Amerika Serikat. Pernyataan Trump dianggap sebagai pelanggaran prinsip non-intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain menurut Duta Besar Iravani. Dia menegaskan bahwa pemilihan pemimpin Iran harus murni sesuai prosedur konstitusional dan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing.
Upaya Mediasi dan Investigasi di Lapangan
Setelah pernyataan Trump, Presiden Iran mengumumkan bahwa beberapa negara tidak disebutkan namanya telah memulai upaya mediasi sebagai tanda pertama adanya inisiatif diplomatik. Sementara itu, dua pejabat AS mengungkapkan bahwa penyelidikan terhadap serangan yang menewaskan banyak anak di sebuah sekolah perempuan Iran kemungkinan melibatkan pasukan AS, meskipun hasil penyelidikan belum final.
Ringkasan Data Korban dan Konflik
- Korban tewas warga sipil Iran: 1.332 orang
- Luka-luka: Ribuan orang
- Iran menargetkan: Situs militer saja
- AS dan Israel menargetkan: Infrastruktur sipil menurut Iran
- Upaya mediasi: Dimulai oleh beberapa negara yang tidak disebutkan
Perkembangan terbaru memperlihatkan ketegangan yang masih tinggi antara Iran, AS, dan Israel. Namun, upaya diplomatik mulai muncul meskipun situasi di lapangan sangat kompleks. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap insiden sipil yang terjadi menjadi kunci dalam menetapkan tanggung jawab dan penyelesaian konflik.







