Mahasiswa Deportasi Tolak Naik Pesawat, Hakim AS Dismiss Gugatan Meski Pemerintah Janji Fasilitasi Pulang

Seorang hakim di Amerika Serikat memutuskan untuk menolak kasus yang diajukan oleh seorang mahasiswa yang dideportasi dan menolak naik pesawat kembali ke AS. Keputusan ini diambil setelah mahasiswa tersebut menolak penerbangan yang diatur oleh otoritas imigrasi untuk membawanya kembali ke negara tersebut.

Mahasiswa yang bernama Any Lucia Lopez Belloza, berusia 20 tahun dan kuliah di Babson College, Massachusetts, sebelumnya dideportasi ke Honduras. Ia menolak naik pesawat kembali pada tanggal 27 Februari karena khawatir akan dideportasi lagi setelah tiba.

Latar Belakang Kasus
Lopez Belloza datang ke AS dari Honduras saat berusia 8 tahun. Ia mengaku tak mengetahui adanya perintah deportasi yang telah dikeluarkan saat usianya 11 tahun. Kasus ini muncul setelah dia ditahan oleh petugas imigrasi ketika hendak berangkat ke Texas untuk berlibur bersama keluarga saat Thanksgiving.

Pengacara Lopez Belloza meminta hakim distrik Boston, Richard Stearns, untuk melanjutkan gugatan yang diajukan terkait penahanannya di bandara. Namun, hakim Stearns mengatakan bahwa dia tidak memiliki yurisdiksi karena Lopez Belloza telah dipindahkan ke Texas saat pengajuan gugatan.

Yurisdiksi dan Perintah Pengadilan
Hakim Stearns hanya memiliki yurisdiksi terkait kasus ini jika bisa menegakkan perintah pengadilan yang melarang deportasi atau pemindahan Lopez Belloza dari Massachusetts selama 72 jam sejak gugatan diajukan. Sayangnya, sehari setelah perintah itu, Lopez Belloza telah diterbangkan ke Honduras.

Pihak pemerintah AS kemudian mengakui adanya kesalahan prosedural dari seorang petugas ICE yang gagal menyampaikan informasi mengenai perintah pengadilan tersebut. Stearns sempat memerintahkan agar pemerintah memfasilitasi kembalinya Lopez Belloza ke AS.

Penolakan Naik Pesawat dan Dampaknya
Pemerintah menyatakan akan membawa Lopez Belloza kembali dengan penerbangan yang diatur ICE dari Honduras ke Texas. Namun, mereka juga mengumumkan akan melakukan deportasi lagi dan menahannya saat tiba di AS. Situasi ini membuat Lopez Belloza merasa terjebak dan memutuskan untuk tidak naik pesawat.

Hakim Stearns menyatakan, "Kenyataan menyedihkan adalah ketika Any menolak penerbangan, dia juga melepas satu-satunya dasar pengadilan ini untuk memiliki yurisdiksi." Jika Lopez Belloza naik pesawat, perintah pengadilan yang melarang deportasi cepat akan tetap berlaku dan dia bisa mengajukan gugatan baru.

Langkah Selanjutnya
Pengacara Lopez Belloza, Todd Pomerleau, menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Meskipun kasus ini ditutup di pengadilan wilayah Boston, proses hukum masih dapat dilanjutkan di wilayah hukum lain sesuai prosedur yang berlaku.

Kasus ini menyoroti tantangan kompleks hukum imigrasi di AS, terutama terkait hak-hak individu yang menghadapi deportasi serta batasan kewenangan pengadilan dalam menyikapi perintah yang bersinggungan dengan kebijakan imigrasi federal.

Terkait