Analisis terbaru menunjukkan bahwa militer Amerika Serikat kemungkinan besar bertanggung jawab atas serangan mematikan di sebuah sekolah dasar di selatan Iran. Insiden ini merupakan korban sipil paling fatal dalam perang hampir seminggu antara AS dan Israel dengan Iran.
Berdasarkan citra satelit, video yang telah dilokalisasi, pernyataan resmi dari pejabat Amerika, dan penilaian para ahli munisi, serangan terjadi pada 28 Februari saat serangkaian serangan oleh AS terhadap pangkalan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di dekat lokasi sekolah. Sekolah dasar Shajare Tayyiba di Minab menjadi sasaran dampak serangan ini.
Bukti dan Keterangan
Pemerintah Iran menyatakan bahwa setidaknya 168 anak dan 14 guru tewas dalam insiden tersebut. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel menyampaikan bahwa tidak ada aktivitas militer Israel di area sekitar kejadian. Kedua negara secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak menargetkan warga sipil.
CNN biasanya mengumpulkan bukti berupa sisa-sisa senjata dari lokasi serangan untuk dianalisis oleh para ahli munisi. Namun, karena pemadaman internet di Iran, sumber data visual sangat terbatas sehingga belum memungkinkan untuk memastikan secara konklusif.
Meskipun begitu, bukti lain mengarah pada keterlibatan militer AS. Video yang diidentifikasi menunjukkan awan asap muncul saat yang bersamaan dari basis IRGC dan sekolah tersebut. Citra satelit dari tahun 2013 menunjukkan sekolah dan pangkalan IRGC sebelumnya merupakan satu komplek terpadu.
Namun citra terbaru tahun 2016 memperlihatkan adanya pagar pemisah dan pintu masuk terpisah untuk sekolah sehingga lokasi tersebut sudah berdiri sendiri. Pada Desember, citra memperlihatkan bahwa puluhan anak terlihat berada di halaman sekolah yang digunakan sebagai lapangan permainan bola.
Analisis Ahli Munisi
N.R. Jenzen-Jones, kepala Armament Research Services (ARES), menilai bahwa serangan ini merupakan sejumlah serangan bersamaan yang tampaknya menargetkan gedung-gedung di pangkalan IRGC dan sekolah. Dugaan bahwa ledakan berasal dari kesalahan peluncuran rudal pertahanan udara Iran dianggap kurang mungkin.
Menurut Jenzen-Jones, pangkalan militer di Minab biasanya termasuk target prapengaturan dalam konflik. Serangan dengan senjata panduan presisi dari udara yang menimbulkan kerusakan berat pada pangkalan memperkuat dugaan bahwa serangan bersumber dari militer AS.
Pernyataan Pejabat Militer AS
Jenderal Dan Caine, Ketua Gabungan Kepala Staf AS, mengonfirmasi bahwa AS menargetkan sasaran militer di Iran bagian selatan. Caine memaparkan bahwa serangan AS berfokus pada wilayah pesisir tenggara Iran dan Selat Hormuz, sedangkan Israel menyerang di utara.
Kemungkinan besar, Jenzen-Jones menilai insiden di sekolah Shajare Tayyiba adalah kesalahan target atau intelijen. Sekolah yang tidak lagi bagian dari pangkalan IRGC kemungkinan tidak diperbarui dalam data target pada fase operasi militer. Maka serangan tersebut dianggap "kegagalan dalam siklus pemilihan target."
Investigasi dan Tanggapan Resmi
Pemerintah AS belum mengonfirmasi atau membantah keterlibatan mereka dalam serangan tersebut. CENTCOM menyatakan bahwa mereka tengah menyelidiki laporan terkait adanya kerusakan sipil yang disebabkan. Menteri Pertahanan AS telah mengumumkan penyelidikan resmi atas insiden ini.
Reuters melaporkan bahwa penyidik militer Amerika mulai condong pada kesimpulan bahwa militer AS kemungkinan bertanggung jawab atas serangan sekolah. Sementara itu, pejabat tinggi hak asasi manusia PBB, Volker Türk, menyatakan keprihatinan besar tentang kepatuhan serangan terhadap hukum humaniter internasional.
Juru bicara PBB Ravina Shamdasani menyerukan adanya akuntabilitas, menekankan pentingnya insiden ini tidak hanya menjadi berita sesaat tetapi harus menjadi prioritas dalam penegakan hukum dan keselamatan warga sipil.
Dalam situasi konflik yang semakin memanas ini, investigasi yang transparan sangat krusial untuk memastikan perlindungan warga tak berdosa dan menegakkan standar hukum internasional di wilayah konflik.









