AS Tekan Sri Lanka Tahan Awak Kapal Iran Korban Serangan Kapal Selam, Konflik Memanas di Samudra Hindia

Amerika Serikat tengah mendesak pemerintah Sri Lanka agar tidak memulangkan awak dan penyintas kapal perang Iran yang tenggelam serta awak kapal Iran kedua yang kini berada dalam tahanan Sri Lanka. Hal ini terungkap dalam memo internal Departemen Luar Negeri AS yang diperoleh Reuters.

Kapal perang Iran IRIS Dena dihancurkan oleh kapal selam AS di Samudra Hindia, sekitar 19 mil laut dari pelabuhan Galle di selatan Sri Lanka. Insiden ini menewaskan puluhan pelaut dan memperluas keterlibatan AS dalam konflik Iran.

Sri Lanka memulai pemindahan 208 awak kapal dari kapal pendukung Iran kedua, IRIS Booshehr, yang terdampar di zona ekonomi eksklusif Sri Lanka, namun di luar perbatasan maritim negara tersebut. Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, menyatakan negaranya memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk merawat awak kapal tersebut.

Memo dari Departemen Luar Negeri AS tertanggal 6 Maret mengungkapkan bahwa Jayne Howell, pejabat sementara Kedutaan AS di Colombo, menyampaikan kepada pemerintah Sri Lanka agar tidak mengizinkan pemulangan awak Booshehr maupun 32 penyintas dari Dena ke Iran. Howell juga menegaskan agar pihak Sri Lanka meminimalisasi upaya Iran menggunakan tahanan itu untuk propaganda.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa AS menghargai kedaulatan Sri Lanka dalam menangani kasus ini. Keputusan akhir terkait awak kapal dan penyintas adalah hak Sri Lanka sesuai dengan hukum dalam negeri dan kewajiban internasionalnya.

Juru bicara itu menambahkan bahwa AS terus berdialog dengan Sri Lanka dengan tujuan utama mengurangi ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap AS dan mitranya. Sementara itu, pejabat-petugas terkait dari kantor Presiden dan Kementerian Luar Negeri Sri Lanka belum memberikan komentar resmi.

Memo juga mencatat bahwa Howell memberitahu duta besar Israel untuk India dan Sri Lanka bahwa tidak ada rencana pemulangan awak kapal ke Iran. Duta besar tersebut bertanya apakah ada upaya melibatkan awak kapal untuk mendorong “pembelotan”.

Pejabat dari Kedutaan Israel di New Delhi belum menanggapi permintaan komentar terkait hal ini.

Deputi Menteri Kesehatan dan Media Massa Sri Lanka, Hansaka Wijemuni, menyampaikan bahwa Iran telah meminta bantuan Colombo untuk memulangkan jenazah korban di kapal Dena, namun jadwal pemulangan masih belum ditentukan.

Kapal Dena sebelumnya mengikuti latihan militer di Teluk Benggala yang diselenggarakan India bulan lalu dan sedang dalam perjalanan kembali ke Iran saat diserang dengan torpedo AS. Sumber anonim dari AS menyebut kapal Dena tengah bersenjata saat serangan dan tidak ada peringatan sebelum serangan dilakukan.

Memo juga menyatakan bahwa kapal Booshehr akan tetap berada dalam tahanan Sri Lanka selama konflik berlangsung. Pihak berwenang Sri Lanka telah mengawal kapal itu ke pelabuhan di pantai timur dan memindahkan sebagian besar awak ke pangkalan militer dekat Colombo.

Berita Terkait

Back to top button