Israel Serang Komandan Iran di Beirut, Korban Jiwa Mendekati 400 Orang, Konflik Memanas di Jantung Perang Lebanon dan Iran

Israel memperluas serangannya ke pusat kota Beirut dengan menyasar komandan Iran dalam serangan drone pada Minggu dini hari. Serangan ini menandai pertama kalinya dalam sejumlah hari terakhir operasi militer Israel mencapai wilayah ibu kota Lebanon, yang tengah dilanda konflik sengit antara Israel dan Hezbollah.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa target serangan adalah komandan kunci dari Pasukan Quds, unit elit Garda Revolusioner Iran yang beroperasi di Lebanon. Dalam pernyataannya, militer Israel menyatakan bahwa para komandan tersebut aktif merencanakan serangan teror terhadap warga sipil dan negara Israel, sembari menjalankan operasi atas nama IRGC, Garda Revolusioner Iran.

Situasi korban dan dampak serangan

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan yang terus berlanjut hampir mencapai 400 jiwa. Hingga kini tercatat 394 orang meninggal, termasuk 83 anak-anak dan 42 wanita. Kementerian tidak memisahkan antara korban sipil dan militer, sehingga data ini mencerminkan total korban dari semua kelompok.

Sumber militer Israel menyatakan bahwa serangan terbaru ini menargetkan lima anggota senior Pasukan Quds, yang meliputi personel di bidang intelijen dan keuangan. Sebelumnya, juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, mengungkapkan sekitar 200 pejuang Hezbollah telah tewas dalam pertempuran. Namun, Hezbollah belum secara resmi memberikan laporan mengenai jumlah korban mereka.

Korban di pihak Israel dan efek serangan di Beirut

Militer Israel juga mengumumkan dua prajuritnya tewas di wilayah Lebanon bagian selatan, menjadi korban pertama sejak konflik ini dimulai. Setelah Hezbollah meluncurkan serangan ke wilayah Israel, perang yang didukung AS dan Israel terhadap Iran itu melebar ke Lebanon, mengakibatkan serangan udara intensif di berbagai daerah selatan, timur Lebanon, dan pinggiran Beirut.

Di Beirut, kawasan Raouche biasanya menjadi tempat menarik bagi wisatawan. Namun kini berubah menjadi lokasi pengungsian warga yang terdampak serangan. Serangan Israel menghantam sebuah suite pojok hotel Ramada di lantai empat dengan jendela pecah dan bangunan yang menghitam akibat ledakan. Sepuluh orang dilaporkan terluka dalam insiden ini.

Salah satu korban, Khalil Abou Mohammad, mengungkapkan bahwa ketiga anaknya mengalami luka dan menjalani operasi di rumah sakit setempat. Mereka terluka saat serangan terjadi dini hari saat sedang tidur. Kondisi kerusakan akibat serangan terlihat jelas di sejumlah kota di Lebanon selatan, dengan rumah-rumah hancur dan bekas reruntuhan, serta barang-barang pribadi seperti buku catatan anak-anak yang berserakan di antara puing.

Ancaman Israel terhadap pejabat Iran di Lebanon

Minggu sebelumnya, Israel mengumumkan berhasil membunuh komandan Pasukan Quds di Lebanon, Daoud Ali Zadeh, dalam serangan di Tehran. Serangan lain menewaskan Reza Khuza‘i, yang dianggap sebagai kepala pengembangan persenjataan Hezbollah dan staf utama Pasukan Quds di Lebanon.

Israel mengeluarkan peringatan keras kepada semua pejabat dan wakil Iran yang berada di Lebanon agar segera meninggalkan negara tersebut atau menghadapi risiko serangan. Bahkan, lokasi dekat kedutaan Iran di Beirut pernah menjadi sasaran serangan. Dalam beberapa hari terakhir, puluhan warga Iran dilaporkan meninggalkan Lebanon. Pihak pemerintah Lebanon juga memerintahkan penangkapan dan pengusiran anggota Garda Revolusioner Iran dari wilayahnya, meski belum ada informasi lanjutan tentang pelaksanaannya.

Sementara itu, pejabat senior Hezbollah, Mahmoud Qmati, membantah keberadaan militer Iran di Lebanon secara langsung, menyangkal keterlibatan pasukan Iran di medan perang Lebanon.

Konflik ini terus meningkat dan menimbulkan ketegangan yang meluas, dengan wilayah sipil yang terus terjebak dalam kekerasan yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang signifikan. Serangan Israel yang menyasar komandan Iran di Beirut menunjukkan eskalasi terbaru dari konflik regional yang kompleks dan berakar pada kontrol pengaruh antara Israel, Iran, dan kelompok-kelompok militan di Lebanon.

Berita Terkait

Back to top button