Perang Iran Meluas ke Irak, Kurdi Tegas Menolak Terlibat, Bukan Konflik Mereka Namun Akibat Menghantui Hidup Warga

Ketegangan antara Iran dan kekuatan regional telah meluas hingga ke wilayah Kurdistan Irak. Konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini membawa dampak langsung bagi masyarakat Kurdi yang tinggal di perbatasan. Namun, para Kurdi di Irak menegaskan bahwa perang ini bukan urusan mereka.

Di kawasan perbatasan yang sunyi dekat Kurdistan Irak, penduduk setempat sering mendengar suara pesawat tempur dan drone yang menerobos langit. Satar Barsirini, mantan pejuang peshmerga dan petani di desa Barsirini, menggambarkan ketakutan yang dirasakan warga akibat suara serangan udara yang terdengar setiap malam. Ia mengenakan seragam peshmerga yang dulu dikenakannya, sebagai simbol perjuangan dan identitas, namun menegaskan bahwa perang saat ini tidak seharusnya melibatkan wilayah mereka.

Dampak Serangan di Wilayah Kurdistan Irak

Ibukota wilayah otonomi Kurdistan, Erbil, serta lembah-lembah yang berbatasan dengan Iran menjadi sasaran serangan dari Tehran dan kelompok militan Irak yang didukung oleh Iran. Basis-basis militer Amerika dan posisi kelompok Kurdi Iran di wilayah ini turut diserang, memanasnya situasi di kawasan tersebut. Iran bahkan memperingatkan bahwa mereka berpotensi menyerang fasilitas di kawasan Kurdistan Irak jika kelompok pejuang melewati wilayahnya secara agresif.

Sejarah dan Sikap Para Kurdi Terhadap Konflik

Satar Barsirini mengingat kembali masa kelam ketika pemberontakan Kurdi pada 1991 dipadamkan dengan keras. Ribuan Kurdi melarikan diri ke pegunungan dan ke Iran untuk menghindari penindasan brutal. Ia menambahkan bahwa hubungan dan bantuan yang pernah diterima dari Iran pada masa itu tidak bisa dilupakan begitu saja. Karena itu, banyak Kurdi menolak untuk terlibat dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel sebagai lawan Iran.

Bagi warga Kurdi, sikap hati-hati muncul dari pengalaman sejarah yang panjang. Nasr al-Din, seorang polisi berusia 42 tahun, menyatakan bahwa generasi saat ini sangat berbeda dari generasi sebelumnya yang pernah mengalami konflik. Kini, ketakutan muncul karena ancaman serangan drone tiba-tiba yang dapat menghantam rumah tanpa peringatan.

Kehidupan Warga Kurdistan di Tengah Perang

Di kota kecil Soran, yang terletak sekitar 65 kilometer dari perbatasan Iran, kelompok masyarakat mulai merasakan dampak konflik secara nyata. Sebuah drone sempat jatuh di tengah jalan sehingga menimbulkan suasana mencekam. Yussef Ramazan, seorang pembuat roti, mengaku bahwa warga takut keluar rumah atau berbelanja karena ancaman serangan yang bisa datang kapan saja. Ia pun menegaskan bahwa wilayah Kurdistan belum menjadi negara merdeka sehingga sebaiknya tidak ikut campur dalam peperangan ini.

Masyarakat di kota itu bahkan langsung mengosongkan ruang publik setelah insiden tersebut. Hajji, salah seorang warga yang mengawasi toko cucian keringnya yang sepi, menyatakan bahwa suasana ramai yang biasa ada di malam hari kini lenyap begitu saja karena kekhawatiran warga terhadap serangan yang terus berlanjut.

Fakta Utama Mengenai Konflik dan Sikap Kurdi

  1. Konflik dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, berdampak pula pada wilayah Kurdistan Irak.
  2. Iran memperingatkan akan menyerang fasilitas di Kurdistan Irak jika ada pejuang yang melewati wilayahnya secara agresif.
  3. Kurdi Irak mengingat bantuan Iran di masa lalu saat menghadapi penindasan, sehingga tidak sepenuhnya mendukung pihak manapun dalam konflik ini.
  4. Suara serangan udara dan drone membawa trauma dan ketakutan baru bagi warga yang sudah lama mengalami konflik dan pengungsian.
  5. Mayoritas warga Kurdi menginginkan perdamaian dan tidak ingin terlibat dalam perang yang bukan urusan mereka.

Ketegangan yang terus berlanjut di perbatasan Iran dan Kurdistan Irak menunjukkan betapa perang regional dapat menembus batas wilayah dan memengaruhi kehidupan kelompok etnis yang selama ini berusaha menjaga kedamaian dan stabilitas. Para warga Kurdi memilih sikap netral dengan alasan sejarah dan keinginan untuk hidup aman tanpa terseret dalam konflik yang lebih besar.

Berita Terkait

Back to top button