Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, dikonfirmasi masih hidup. Kabar ini menepis berita sebelumnya yang menyebutkan bahwa Mansoureh meninggal dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Menurut kantor berita Fars yang terkait dengan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), kabar kematian Mansoureh tidak benar. Pernyataan resmi ini dikeluarkan pada Kamis, 12 Maret 2026, setelah sebelumnya muncul kabar bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei termasuk menantu serta cucunya menjadi korban dalam serangan tersebut.
Profil Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh
Mansoureh dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dan jarang tampil di depan publik. Ia merupakan bagian dari keluarga penguasa Iran yang memegang posisi penting namun menjaga privasi ketat. Hingga saat ini, tidak banyak informasi terkait aktivitas atau kehidupan pribadi Mansoureh yang dapat diakses media.
Respon Mojtaba Khamenei terhadap Konflik yang Terjadi
Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei dan pemimpin tertinggi Iran yang baru, belum menyinggung soal kondisi ibunya dalam pernyataan publik pertamanya pada Kamis lalu. Namun, ia berjanji akan membalas kematian warga Iran yang gugur dalam konflik yang masih berlangsung dengan AS dan Israel.
Dalam pidatonya yang disiarkan oleh televisi pemerintah, Mojtaba menyerukan penggunaan penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap musuh Iran. Selat ini merupakan jalur penting pengangkutan minyak global dan menjadi titik strategis dalam krisis energi yang sedang berlangsung.
Kebijakan Iran terkait Selat Hormuz
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan beberapa kapal masih dapat melewati Selat Hormuz, asalkan melakukan koordinasi dengan angkatan laut Iran. Ia menegaskan bahwa kondisi setelah serangan 28 Februari telah mengubah keamanan kawasan, sehingga tidak akan kembali seperti sebelumnya.
Menurut Baghaei, baik Iran maupun pihak lain kini menyadari pentingnya keamanan di Selat Hormuz, khususnya di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik regional dan dampak global terhadap pasokan energi.
Fakta Penting dan Kronologi Singkat
- Serangan gabungan AS-Israel terjadi pada 28 Februari 2026, menargetkan wilayah serta keluarga pejabat tinggi Iran.
- Beberapa anggota keluarga Ali Khamenei dilaporkan tewas, namun Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh dinyatakan masih hidup.
- Konfirmasi resmi disampaikan oleh kantor berita Fars pada 12 Maret 2026.
- Mojtaba Khamenei menegaskan sikap keras Iran terhadap agresor dan menjanjikan pembalasan penuh.
- Iran menegaskan pengelolaan Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Berita ini menggambarkan bagaimana situasi politik dan militer di Iran masih sangat dinamis setelah peristiwa serangan yang terjadi. Verifikasi informasi menjadi penting untuk menghindari spekulasi yang tidak berdasar, terlebih terkait kabar kematian figur-figur penting negara. Pemerintah Iran melalui sumber resmi berupaya menyampaikan informasi yang akurat kepada publik internasional dan domestik.







