Ribuan Pelayat Berkumpul Mengenang Pastor Pierre El-Rahi, Pengorbanan di Tengah Serangan Mematikan di Lebanon

Ribuan warga Lebanon berkumpul untuk mengenang dan berduka atas meninggalnya seorang imam Maronit yang sangat dihormati. Imam Pierre El-Rahi tewas di selatan Lebanon saat berusaha menolong jemaatnya yang menjadi korban tembakan tank Israel.

Paus Leo menyebut Imam Pierre sebagai “gembala sejati yang selalu berada di samping umatnya dengan penuh cinta dan pengorbanan.” Peristiwa tragis itu terjadi di Qlayaa ketika sang imam mencoba membantu warga yang rumahnya diserang oleh pasukan Israel. Ia tewas pada saat sedang memberikan pertolongan kepada para korban luka akibat serangan tersebut.

Imam Pierre dikenal memiliki komitmen kuat terhadap komunitasnya. Beberapa hari sebelum insiden, dia menyatakan, “Kami memutuskan untuk tetap di sini meski berbahaya, karena ini adalah rumah kami dan kami tidak akan meninggalkannya.” Pernyataan ini menunjukkan tekad komunitas Kristen di wilayah tersebut untuk mempertahankan keberadaan mereka di tanah leluhur.

Lebanon memiliki populasi Kristen sekitar 30 persen dari total penduduk. Dahulu, jumlah mereka lebih dari separuh, namun angka itu menurun akibat emigrasi dan tingkat kelahiran yang rendah. Komunitas Maronit, bersama dengan kelompok Kristen Ortodoks Yunani, Katolik Melkit, Ortodoks Armenia, dan Protestan, tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya Lebanon, terutama di Beirut dan daerah Gunung Lebanon.

Serangan Israel dan Dampaknya

Serangan udara Israel ke wilayah selatan Lebanon terjadi sebagai balasan atas peluncuran roket dan drone oleh kelompok militan Hezbollah. Dilaporkan bahwa militan Hezbollah juga masuk ke beberapa desa Kristen di selatan, termasuk daerah di mana Imam Pierre beraktifitas. Keberadaan militan tersebut menambah ketegangan dan risiko bagi komunitas sipil.

Hezbollah adalah partai politik dan kelompok militan Syiah yang didukung Iran. Organisasi ini menentang eksistensi Israel dan bertekad untuk menghancurkan negara tersebut. Konflik antara Israel dan Hezbollah sudah berlangsung lama dan berkontribusi pada kerawanan keamanan di Lebanon.

Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, juga angkat bicara mengenai situasi di Lebanon. Trump menegaskan dukungannya kepada rakyat Lebanon dan menyoroti perlunya mengatasi pengaruh Hezbollah sebagai langkah penting demi stabilitas regional.

Imam Pierre El-Rahi meninggal dalam usia sekitar 50 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi jemaat dan masyarakat Lebanon yang telah menganggapnya sebagai simbol pengabdian dan keberanian di tengah konflik yang berkepanjangan.

Kematian imam ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya perdamaian di Lebanon yang selama ini terus terombang-ambing oleh kekerasan dan ketegangan politik. Paus Leo berdoa agar darah yang tercurah menjadi "benih perdamaian" bagi tanah Lebanon yang dicintai. Peristiwa ini menyoroti betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh para pemimpin agama demi menjaga harapan dan keteguhan komunitas mereka dalam situasi sulit.

Terkait