Pemerintah Prancis kembali mengingatkan warganya untuk tetap waspada karena dampak kesehatan dari gelombang panas yang berkepanjangan belum sepenuhnya mereda. Meski suhu udara di sebagian besar wilayah mulai turun secara bertahap, rumah sakit dan layanan darurat di negara itu masih menanggung tekanan besar akibat lonjakan kasus terkait cuaca ekstrem.
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan beban kesehatan publik masih tinggi dan angka kematian yang dikaitkan dengan gelombang panas terlihat lebih besar dari kondisi normal. Ia menyebut data sementara dari Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menunjukkan sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari biasanya sejak Rabu lalu.
Tekanan pada sistem kesehatan masih terasa
Rist menegaskan situasi saat ini belum bisa disamakan dengan gelombang panas mematikan pada 2003. Namun, ia mengingatkan bahwa angka kematian tersebut masih bersifat sementara dan tekanan pada layanan kesehatan diperkirakan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan.
Kantor Perdana Menteri Sebastien Lecornu juga menyampaikan bahwa turunnya suhu tidak otomatis menghapus risiko kesehatan. Dehidrasi, penanganan yang terlambat di rumah sakit, dan kondisi kelompok rentan yang memburuk masih menjadi perhatian utama otoritas setempat.
Layanan darurat bekerja dalam beban tinggi
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan layanan darurat menghadapi lonjakan kerja yang signifikan selama periode cuaca ekstrem ini. Petugas pemadam kebakaran tercatat telah menangani sekitar 122.000 operasi, menunjukkan skala penanganan yang masih sangat besar di berbagai wilayah.
Nunez meminta warga tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika melakukan pekerjaan fisik atau olahraga. Ia menilai aktivitas layanan darurat masih akan berada pada tingkat tinggi meski suhu mulai menurun.
Peringatan cuaca belum dicabut sepenuhnya
Penurunan suhu di sebagian besar wilayah Prancis terjadi setelah badai petir melanda pada Sabtu malam. Meski begitu, otoritas cuaca masih mempertahankan status peringatan merah untuk dua departemen di wilayah timur laut.
Sebanyak 34 departemen lain berada dalam status peringatan oranye untuk gelombang panas, sementara 14 departemen mendapat peringatan oranye akibat potensi badai petir. Kondisi ini menunjukkan risiko cuaca ekstrem masih berlangsung di sejumlah daerah.
Dampak ke rumah tangga dan aktivitas publik
Badai yang menyertai cuaca panas juga memicu gangguan pada infrastruktur dasar. Operator jaringan listrik Enedis melaporkan aliran listrik ke sekitar 63.000 rumah tangga sempat terputus, sedangkan otoritas setempat mencatat sedikitnya tujuh orang mengalami luka ringan akibat cuaca buruk.
Gelombang panas ini bahkan memengaruhi agenda olahraga nasional. Penyelenggara kejuaraan balap sepeda jalan raya Prancis harus memangkas jarak balapan putra satu putaran setelah suhu mencapai 35 derajat Celsius saat lomba dimulai.
Di tengah turunnya suhu, otoritas Prancis tetap menilai kewaspadaan publik masih dibutuhkan karena risiko kesehatan dapat bertahan lebih lama daripada perubahan cuaca itu sendiri. Pemerintah menekankan bahwa warga, terutama kelompok rentan, perlu terus memperhatikan kondisi tubuh dan membatasi paparan panas selama cuaca ekstrem belum benar-benar berakhir.
Source: mediaindonesia.com






