Dubes Iran dan Anak-anak Indonesia Adakan Doa Bersama Mengenang Korban Bom di Minab

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengutuk keras serangan rudal yang terjadi pada Sabtu (14/3/2026) dan menewaskan 175 siswi di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh, Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Serangan tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, menurut pernyataan resmi Kedubes Iran.

Korban luka-luka dalam insiden tragis ini mencapai lebih dari 95 anak-anak. Kedubes Iran menyatakan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kemanusiaan karena menargetkan anak-anak yang tidak berdaya.

Serangan di Tengah Upaya Diplomasi

Kedubes Iran menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat perwakilan negaranya sedang berunding demi solusi damai dan stabilitas kawasan. Menurut pernyataan resmi, serangan ini merusak upaya diplomasi yang sedang berjalan dan menyalahi kedaulatan wilayah Iran.

Selain melanggar kedaulatan nasional, serangan tersebut juga dianggap sebagai kejahatan terhadap prinsip penyelesaian konflik secara damai yang diatur oleh sistem internasional. Iran menggambarkan insiden ini sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional yang melindungi warga sipil dalam keadaan perang.

Pengakuan Amerika dan Seruan Pertanggungjawaban

Pada pernyataan resmi, Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat mengakui keterlibatan dalam serangan rudal tersebut. Hal ini menguatkan posisi Iran untuk meminta pertanggungjawaban langsung atas insiden yang menelan korban anak-anak tersebut.

Iran juga mengingatkan peristiwa tragis sebelumnya, seperti penembakan pesawat penumpang Iran oleh kapal perang AS pada 1988 yang menewaskan 290 orang, serta serangan berulang oleh Israel di Gaza. Tragedi ini dianggap berulang dan menunjukkan pola serangan yang melanggar hak asasi manusia.

Seruan untuk Komunitas Internasional

Kedutaan Besar Iran menyerukan kepada komunitas internasional, termasuk organisasi Islam, lembaga hak asasi manusia, dan organisasi perlindungan anak, untuk bertindak nyata. Mereka meminta pengungkapan fakta, penuntutan para pelaku, serta pencegahan kejadian sejenis di masa depan.

Iran menekankan pentingnya kesadaran global terhadap perlindungan anak-anak dan warga sipil yang rentan saat konflik bersenjata berlangsung. Peringatan tersebut menjadi gambaran serius tentang dampak perang bagi generasi muda.

Acara Doa Bersama dan Solidaritas Anak Indonesia

Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, Kedutaan Besar Iran mengadakan doa bersama di kediaman Duta Besar Iran pada hari yang sama. Acara ini dihadiri oleh anak-anak Indonesia sebagai simbol solidaritas kemanusiaan.

Kehadiran para anak Indonesia mengirim pesan empati internasional terhadap korban yang tidak bersalah, serta mengingatkan pentingnya melindungi hak-hak anak dalam situasi konflik. Iran berharap peringatan ini dapat meningkatkan kesadaran dunia terhadap bahaya kekerasan pada anak di zona perang.

Harapan Iran untuk Masa Depan

Pesan utama dari Kedubes Iran menekankan agar tidak ada lagi sekolah yang menjadi sasaran serangan atau anak-anak yang menjadi korban agresi. Mereka berharap dunia dapat belajar dari tragedi Minab sehingga perlindungan terhadap warga sipil terutama anak-anak bisa ditegakkan lebih kuat di seluruh wilayah konflik.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version